PLN dan Pemko Pekanbaru Perkuat Sinergi Mitigasi Risiko Kelistrikan dan Penanganan Kebakaran

Rapat koordinasi sinergi mitigasi risiko kelistrikan dan penanganan kebakaran yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Pekanbaru (kiri), Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Pekanbaru Zulhelmi Arifin (kedua dari kiri), General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Didik Wicaksono (kedua dari kanan), serta PLT Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Pekanbaru Zarman Candra (kanan).

PEKANBARU, SINURBERITA.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lanjutan terkait sinergitas mitigasi risiko kelistrikan dan penanganan kebakaran. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan keselamatan masyarakat serta meminimalisir potensi kebakaran akibat gangguan kelistrikan. Seni (27/4/2026).

Rakor tersebut dihadiri oleh General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Didik Wicaksono, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Masykur Tarmizi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zarman Candra, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Pekanbaru.

Baca juga: Pekanbaru, Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

Dalam sambutannya, General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono menegaskan pentingnya sinergi antara PLN dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi risiko kelistrikan yang dapat memicu kebakaran.

“Sinergi antara PLN dan Pemerintah Kota Pekanbaru menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem mitigasi risiko kelistrikan yang lebih efektif. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, kita dapat mempercepat respons, memperkuat pencegahan, serta memastikan keselamatan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Didik.

Lebih lanjut, Didik juga menyampaikan komitmen PLN dalam mengantisipasi potensi kebakaran akibat gangguan instalasi listrik di masyarakat.

“PLN terus melakukan langkah preventif melalui pemeliharaan jaringan secara berkala, edukasi keselamatan ketenagalistrikan, serta respons cepat terhadap potensi gangguan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan instalasi listrik sesuai standar guna meminimalisir risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran,” tambahnya.

Foto bersama jajaran PLN UID Riau dan Kepri dan Pemerintah Kota Pekanbaru usai rapat koordinasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, menyampaikan bahwa sinergi ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah rentan.

“Kami akan fokus pada masyarakat kurang mampu, kawasan padat penduduk, serta wilayah yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran melalui program inspeksi instalasi listrik bersama. Harapannya, langkah preventif ini dapat menekan potensi kebakaran sejak dini sekaligus mempercepat penanganan di lapangan,” ungkap Zulhelmi.

Melalui rakor ini, PLN dan Pemko Pekanbaru juga menyepakati peningkatan koordinasi teknis di lapangan, khususnya terkait percepatan komunikasi pemadaman aliran listrik saat terjadi kebakaran, sehingga tim pemadam kebakaran dapat segera melakukan penanganan tanpa hambatan.

Baca juga: Semarak Hari KI Sedunia 2026: Kemenkum Riau Padukan Edukasi dan Olahraga

Selain itu, PLN juga mulai melakukan berbagai persiapan dalam rangka mendukung Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 yang akan diperingati pada 23 Juni 2026. Dukungan tersebut antara lain berupa kesiapan keandalan pasokan listrik serta rencana program promo tambah daya bagi masyarakat, rumah ibadah, dan fasilitas pendidikan sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan peringatan hari jadi kota.

Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan upaya mitigasi risiko kelistrikan dan penanganan kebakaran di Kota Pekanbaru dapat berjalan lebih optimal, sehingga keselamatan masyarakat semakin terjamin dan potensi kerugian akibat kebakaran dapat diminimalisir. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar