Diduga Jadi Tempat Asusila, Warga Demo Dinas PUPR Tuntut Penataan Stadion Mangunreja

Aksi unjuk rasa di depan kantor PUPR Kabupaten Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, SINURBERITA.COM – Ratusan warga Kampung Babakan Kaliki, Desa Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup (PUPRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (10/6/2026). Mereka mendesak pemerintah daerah segera membenahi Stadion Mangunreja yang dinilai terbengkalai dan minim perawatan sejak dibangun pada tahun 2012.

Dalam aksinya, warga yang terdiri dari pemuda, emak-emak, dan tokoh masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kondisi stadion yang saat ini dinilai jauh dari kata layak. Massa bahkan sempat mengepung kantor dinas untuk meminta kepastian langkah pemerintah dalam menangani aset daerah tersebut.

Menurut warga, stadion yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu kini dipenuhi rumput liar dan sampah. Selain itu, minimnya penerangan membuat kawasan stadion terkesan kumuh dan rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Warga mengaku beberapa kali mendapati aktivitas yang diduga mengarah pada perbuatan asusila di area stadion, terutama pada malam hari. Keluhan tersebut, menurut mereka, telah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait, namun belum membuahkan hasil yang memuaskan.

“Kami ingin stadion ini dirawat dan difungsikan sebagaimana mestinya. Jangan sampai aset pemerintah yang dibangun dengan biaya besar justru menjadi tempat yang meresahkan masyarakat,” ujar salah seorang peserta aksi.

Baca juga: Kasus Murza Azmir Memanas, Tim Hukum Pertanyakan P-21 hingga Asas Prayudisial

Dalam orasinya, tokoh masyarakat Deni Sukron dan Muhaemin mempertanyakan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap kondisi stadion yang semakin memprihatinkan. Mereka menilai pemerintah harus segera mengambil langkah konkret demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Massa aksi menyampaikan lima tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, yaitu pembentukan tim pemeliharaan dan pengawasan stadion yang profesional dengan melibatkan warga sekitar, pemasangan pagar dan lampu penerangan di seluruh area stadion, penyediaan sarana kebersihan yang memadai, perbaikan area parkir melalui pemadatan dan pengaspalan, serta transparansi terkait rencana penataan dan pengelolaan stadion ke depan.

Aksi sempat diwarnai ketegangan ketika sejumlah warga berupaya memasuki area kantor dinas sehingga terjadi dorong-mendorong dengan petugas keamanan. Namun situasi dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kericuhan.

Kedatangan massa diterima langsung oleh Sekretaris Dinas PUPRLH Kabupaten Tasikmalaya, Elan Ruslan. Sementara Kepala Dinas PUPRLH, Deden Ramdan Nugraha, tidak dapat hadir karena berhalangan.

Baca juga: Viral! Mahar 31 Gram Emas, Pasangan Ini Pilih Nikah di KUA dan Dapat Hadiah Bulan Madu dari Bupati

Menanggapi tuntutan warga, Elan Ruslan menyatakan pihaknya akan menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat kepada pimpinan dan meminta waktu untuk merealisasikan sejumlah tuntutan yang diajukan.

Sementara itu, tokoh masyarakat Abdul Fatah menegaskan warga akan kembali menggelar aksi jika dalam waktu satu bulan tidak ada tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah.

“Apabila dalam satu bulan belum ada realisasi, kami siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari tokoh pemuda setempat, Muhaemin, yang berharap pemerintah segera menunjukkan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan Stadion Mangunreja.

Aksi yang dikoordinatori Dani itu berlangsung damai dan ditutup dengan makan nasi liwet bersama di depan pintu masuk Kantor PUPRLH Kabupaten Tasikmalaya sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas warga dalam memperjuangkan aspirasi mereka. (*red/Yos)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *