BATAM, SINURBERITA.COM – Sejumlah kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai provinsi di Sumatra mengikuti kegiatan Benchmarking dan Link and Match dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di Kota Batam, Kepulauan Riau. Program ini bertujuan memperkuat kompetensi lulusan vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam pada Kamis (23/7/2026) itu dibuka secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus melalui Direktur Jenderal, Muttaqin.
Salah satu peserta yang hadir adalah Kepala SMK Negeri 1 Lumut, H. Sumarno, M., yang turut mengikuti rangkaian benchmarking bersama kepala SMK lainnya dari Sumatera Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat sinkronisasi kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri melalui penguatan program link and match.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Dr. M. Basyir Hasibuan, M.Pd, mengatakan benchmarking merupakan proses yang sistematis untuk memperoleh informasi, menganalisis praktik terbaik, mengidentifikasi kesenjangan, serta menyusun rencana implementasi yang dapat diterapkan di masing-masing sekolah.
Baca juga: Proyek Gedung Universitas Andalas Terindikasi Rugikan Negara Rp3,76 Miliar
“Kegiatan Benchmarking yang diikuti beberapa SMK Sumatera Utara di Batam ini merupakan proses kerja yang sistematis untuk memperoleh informasi, menganalisis praktik terbaik, menemukan kesenjangan, dan menyusun rencana implementasi yang relevan dengan kondisi sekolah. Selama kegiatan berlangsung, kepala SMK diharapkan aktif mengamati, bertanya, mencatat, berdiskusi, menganalisis, dan menyusun rekomendasi yang akan diterapkan serta dikembangkan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan Benchmarking dan Link and Match tersebut, para kepala SMK mampu memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, menginspirasi warga sekolah dan masyarakat, adaptif terhadap perkembangan dunia kerja dan industri, serta terus bertransformasi menjadi SMK yang unggul dan memberi dampak positif bagi sekolah-sekolah lainnya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih kompetitif, sehingga lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun global. (*Ast)





















