Kodam Tuanku Tambusai Intensifkan Pemadaman Karhutla di Bengkalis dan Meranti

BENGKALIS, SINURBERITA.COM – Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui jajaran Kodim 0303/Bengkalis bersama tim gabungan terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Hingga Selasa (8/9/2026), tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di enam lokasi di Kabupaten Bengkalis serta satu lokasi di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, penanganan karhutla menunjukkan perkembangan. Dari sekitar 20 hektare lahan yang terdampak, petugas telah menangani sekitar 17,2 hektare.

Saat ini, tim memusatkan upaya pada sisa lahan sekitar 2,8 hektare. Pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk memastikan titik api maupun asap tidak kembali berkembang.

Penanganan karhutla juga dilakukan di Desa Pangkalan Libut, Desa Buluh Apo, Desa Sungai Meranti, Desa Tasik Serai Timur, dan Bandar Jaya. Kondisi lahan gambut yang kering, cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.

Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga membuka jalur darurat dan membuat sekat guna mencegah api menjalar ke area lain. Sejumlah embung turut disiapkan sebagai sumber cadangan air untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.

Di Tasik Serai Timur, tim juga berkoordinasi dengan PT Arara Abadi untuk mendukung pembangunan embung dan kanal sebagai bagian dari upaya pencegahan serta pengendalian karhutla.

Sementara itu, penanganan karhutla di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, juga terus diperkuat. Tim gabungan melakukan pemadaman dari darat serta membuat embung dengan dukungan alat berat.

Pengendalian dari udara juga dioptimalkan melalui dukungan helikopter untuk membantu menjangkau dan mengendalikan area terdampak yang sulit ditangani dari darat.

Salah seorang personel Kodim 0303/Bengkalis yang berada di lokasi mengatakan, pemadaman dan pendinginan terus dilakukan terhadap titik yang masih mengeluarkan asap.

“Kami terus melakukan pemadaman dan pendinginan pada titik yang masih berasap. Prioritas kami memastikan api tidak kembali meluas, terutama pada lahan gambut yang kering dan sulit dijangkau,” ujarnya.

Tim gabungan kini terus mengoptimalkan personel, peralatan, serta sumber air yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan hingga seluruh lokasi yang terdampak dinyatakan aman dan terkendali.

Penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman api, tetapi juga pendinginan dan pencegahan agar kebakaran tidak kembali muncul di lahan gambut yang masih memiliki potensi bara api. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *