Air PDAM Pontianak Sementara Tak Layak Diminum, Ini Penyebabnya

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK, SINURBERITA.COM – Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak mengonsumsi air PDAM sebagai air minum. Imbauan ini menyusul meningkatnya kadar garam (salinitas) pada air baku Sungai Kapuas akibat intrusi air laut yang dipicu musim kemarau dan menurunnya debit sungai.

Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa, Abdullah, menjelaskan peningkatan salinitas merupakan fenomena alam yang lazim terjadi saat musim kemarau berkepanjangan. Penurunan debit Sungai Kapuas memungkinkan air laut masuk lebih jauh ke arah hulu sehingga kadar garam pada sumber air baku meningkat.

“Fenomena meningkatnya salinitas merupakan kondisi alam yang lazim terjadi saat musim kemarau berkepanjangan. Ketika debit Sungai Kapuas menurun, intrusi air laut dapat bergerak lebih jauh ke arah hulu sehingga kadar garam pada sumber air baku meningkat. Kondisi ini menjadi tantangan dalam proses pengolahan air bersih,” ujar Abdullah.

Baca juga: Proyek Gedung Universitas Andalas Terindikasi Rugikan Negara Rp3,76 Miliar

Ia menegaskan, air PDAM yang didistribusikan masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi, mencuci, membersihkan rumah, dan sanitasi. Namun, selama kadar garam masih tinggi, masyarakat disarankan menggunakan air minum yang memenuhi standar kesehatan untuk kebutuhan konsumsi.

Perumda Tirta Khatulistiwa juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi guna menjaga kualitas layanan. Upaya tersebut meliputi pemantauan kualitas air baku selama 24 jam, peningkatan frekuensi pengujian laboratorium, penyesuaian dosis bahan kimia dalam proses pengolahan, hingga pengaturan kapasitas produksi sesuai kondisi salinitas.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan Pemerintah Kota Pontianak terus berkoordinasi dengan Perumda Tirta Khatulistiwa, BMKG, dan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih.

Baca juga: Aksi Kekerasan Guncang Yahukimo, Tiga Warga Sipil Meninggal Dunia

“Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh seluruh langkah teknis yang dilakukan Perumda Tirta Khatulistiwa untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun Perumda, serta menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama kondisi salinitas masih tinggi,” kata Edi.

Ia juga mengajak masyarakat mengurangi pemborosan penggunaan air serta menyiapkan cadangan air minum yang layak konsumsi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Perumda Tirta Khatulistiwa memastikan akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan kadar garam di Sungai Kapuas. Koordinasi lintas instansi juga akan terus diperkuat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sehingga dampak terhadap pelayanan air bersih dapat diminimalkan. (*Jaiyadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar