YAHUKIMO, SINURBERITA.COM – Tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kekerasan yang terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (20/7/2026). Peristiwa tersebut diduga melibatkan kelompok bersenjata yang oleh aparat diidentifikasi sebagai OPM pimpinan Kopitua Heluka.
Berdasarkan keterangan resmi Koops TNI Habema, informasi awal yang diterima menyebutkan kelompok tersebut juga mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menyebabkan tiga warga sipil meninggal dunia. Informasi tersebut masih dalam proses pendalaman oleh aparat berwenang.
Korban dilaporkan terdiri atas sepasang suami istri, yakni Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Hingga kini, identitas lengkap korban dan kronologi kejadian masih terus diselidiki.
Baca juga: Danrem 031/Wira Bima Silaturahmi ke BPKP Riau
Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dalam keterangannya, Koops TNI Habema menegaskan bahwa jatuhnya korban sipil merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Setiap masyarakat Papua berhak hidup dengan aman, bekerja, membesarkan keluarga, dan membangun masa depan tanpa rasa takut,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi Koops TNI Habema.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Koops TNI Habema menyatakan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat, serta penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan.
Baca juga: Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Dorong Penetapan Status Definitif Yon Komposit Gardapati
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan seluruh tindakan aparat keamanan tetap berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penegakan hukum secara profesional.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Wirya.
Koops TNI Habema juga menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga situasi keamanan, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta memperkuat semangat persaudaraan demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera. (*J2R)
Sumber: Koops TNI Habema.























1 Komentar