Puncak Minggu Ekologi HKBP, Bupati Tapteng Tanam Pohon dan Serahkan Ribuan Bibit

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu.

TAPTENG, SINURBERITA.COM — Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu bersama Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T. melakukan penanaman pohon pada puncak perayaan Minggu Ekologi HKBP di Gereja HKBP Pandan Kota, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (27/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ribuan bibit tanaman produktif dan tanaman konservasi juga diserahkan secara simbolis kepada perwakilan resort-resort HKBP untuk ditanam di lingkungan gereja dan permukiman masyarakat.

Perayaan Minggu Ekologi HKBP tahun ini mengusung tema “Menghidupi Iman, Merawat Ciptaan” yang bersumber dari Kejadian 2:15. Selain ibadah bersama, kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan bibit dan dialog mengenai persoalan lingkungan, khususnya kondisi daerah aliran sungai (DAS) dan kawasan hulu.

Masinton mengatakan, aksi pelestarian lingkungan yang dilakukan HKBP merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan.

Menurutnya, persoalan lingkungan di Tapteng semakin membutuhkan perhatian bersama karena wilayah tersebut menghadapi bencana hidrometeorologi yang berulang dalam hampir satu tahun terakhir.

“Kondisi bencana yang berulang hampir setahun ini telah membawa masyarakat kita pada titik jenuh. Kita menyadari keresahan warga. Pemerintah daerah tidak tinggal diam,” kata Masinton.

Baca juga: Polres Sibolga Panggil Saksi Terkait Dugaan Penyimpangan Penyaluran BBM Biosolar

Ia menjelaskan, Pemkab Tapteng telah melakukan pengerukan dan normalisasi aliran sungai. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala karena material lumpur dan kayu dari kawasan hulu terus terbawa ke hilir ketika hujan deras terjadi.

Masinton menilai penanganan banjir tidak dapat hanya dilakukan di wilayah hilir. Penanganan juga harus menyasar kawasan hulu melalui pembangunan infrastruktur pengendali erosi serta konservasi kawasan hutan.

Pemkab Tapteng, kata dia, telah mengusulkan pembangunan bendung penahan erosi atau Sabo Dam serta penataan kawasan hutan di sejumlah titik hulu, antara lain Sipange, Hutanabolon hingga Bonalumban, Kecamatan Tukka.

“Penanganan krisis lingkungan ini tidak mudah dan memerlukan waktu, terutama pemulihan di hulu sungai. Jangan biarkan pemerintah berjalan sendiri,” ujarnya.

Masinton mengajak gereja, masjid, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan.

Ia menyebut semangat kebersamaan tersebut sebagai Sahata Saoloan, yakni seia sekata atau bergotong royong untuk menangani persoalan lingkungan.

Sementara itu, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan mengatakan Minggu Ekologi merupakan agenda yang dilaksanakan tidak hanya di HKBP Pandan Kota, tetapi juga di seluruh jemaat HKBP dengan tata ibadah yang sama.

Menurut Victor, Minggu Ekologi menjadi momentum untuk mensyukuri ciptaan Tuhan sekaligus memperbarui komitmen umat dalam menjaga lingkungan.

“Minggu Ekologi juga menjadi ruang pertobatan: memohon pengampunan atas dosa dan kelalaian kita terhadap alam, sekaligus memperbarui komitmen iman untuk merawat, memelihara, dan memperjuangkan keutuhan ciptaan Tuhan,” katanya.

Baca juga: HKBP dan Pemkab Tapteng Satukan Langkah Pulihkan Lingkungan dan Cegah Bencana Ekologis

Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt. Eldarton Simbolon mengatakan HKBP telah memberikan perhatian terhadap persoalan pemanasan global dan kerusakan lingkungan.

Ia menyebut agenda Tahun Ekologi telah ditetapkan HKBP secara berturut-turut selama empat tahun terakhir.

“HKBP ingin menegaskan pesan moral kepada seluruh umat manusia di bumi bahwa alam adalah milik Tuhan. Manusia diberikan mandat untuk mengelola, merawat dan memeliharanya, bukan mengeksploitasinya secara serakah,” ujar Eldarton.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut, Gibson Panjaitan, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara.

Gibson mengapresiasi langkah HKBP dalam merespons persoalan lingkungan. Pemprov Sumut, kata dia, siap berkoordinasi dengan Pemkab Tapteng dalam pembenahan infrastruktur keairan dan upaya konservasi lahan.

Ketua Panitia Pelaksana, Timbul Panggabean, mengatakan puncak Minggu Ekologi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah diisi dengan sosialisasi lingkungan, seminar edukasi ekologi dan penanaman pohon di sejumlah lokasi.

Selain penanaman pohon, kegiatan ditutup dengan penyerahan ulos dan cenderamata khas Tapteng oleh Bupati Masinton Pasaribu kepada Ephorus HKBP dan jajaran Pimpinan Pusat HKBP sebagai bentuk penghargaan atas kemitraan kedua pihak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Tapteng, perwakilan Pemprov Sumut, Pemko Sibolga, TNI-Polri, pimpinan HKBP, perwakilan DPRD Tapteng, tokoh masyarakat, pendeta, jemaat serta tamu undangan lainnya. (*Ast)

» Simak berita lainnya di Google News SINUR BERITA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar