JAKARTA, SINURBERITA.COM – Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Ia menggantikan Letjen TNI Suharyanto.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Kristomei menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu.
Selain perjalanan karier militernya, harta kekayaan Kristomei yang dilaporkan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) turut menjadi perhatian.
Berdasarkan laporan LHKPN yang disampaikan pada 27 Februari 2026 untuk periode tahun 2025, Kristomei tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp2.139.412.136 atau sekitar Rp2,14 miliar.
Profil dan Pendidikan Kristomei Sianturi
Kristomei Sianturi lahir di Kotabumi, Lampung Utara, pada 6 Mei 1976. Ia merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dari kecabangan Infanteri.
Kristomei menyelesaikan pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang, pada 1994. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer dan lulus pada 1997.
Sebelum memilih jalur militer, Kristomei disebut sempat bercita-cita menjadi sarjana teknik dan melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, kesempatan memperoleh beasiswa penuh di SMA Taruna Nusantara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perjalanan pendidikannya hingga akhirnya memilih pengabdian sebagai prajurit TNI.
Rekam Jejak Karier Militer
Kristomei mengawali perjalanan kariernya melalui berbagai penugasan operasional dan jabatan komando di lingkungan TNI AD.
Pada 2010–2012, ia menjabat Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu. Selanjutnya, pada 2013–2014, ia dipercaya menjadi Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak.
Kariernya berlanjut sebagai Komandan Kodim 0424/Tanggamus pada 2014–2016, kemudian Wakil Asisten Operasi Kasdivif 2/Kostrad pada 2016–2017.
Pada periode 2020–2022, Kristomei menjabat Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan. Ia kemudian dipercaya menjadi Komandan Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda pada 2022 serta Paban IV/Opsdagri Sops TNI pada 2022–2023.
Pada 2023, Kristomei mendapat penugasan sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad). Pada Juli 2024, ia beralih menjadi Komandan Resimen Taruna Akademi Militer, sebelum menjabat Wakil Gubernur Akademi Militer pada Desember 2024.
Pada Maret 2025, Kristomei ditunjuk sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI). Beberapa bulan kemudian, tepatnya 10 Agustus 2025, ia mendapat amanah sebagai Pangdam XXI/Radin Inten.
Kini, Kristomei dipercaya memimpin BNPB dengan tanggung jawab mengoordinasikan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia.
Rincian Harta Kekayaan Kristomei Sianturi
Berdasarkan data LHKPN periode 2025 yang disampaikan pada 27 Februari 2026, total kekayaan bersih Kristomei mencapai Rp2,14 miliar.
Dalam laporan tersebut, aset tanah dan bangunan yang dimilikinya tercatat senilai Rp120 juta. Aset itu berupa satu bidang tanah seluas 2.182 meter persegi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang dilaporkan sebagai hasil sendiri.
Sementara itu, kas dan setara kas menjadi komponen terbesar kekayaannya, dengan nilai mencapai Rp2.019.412.136.
Dengan demikian, rincian kekayaan yang tercantum dalam bahan laporan tersebut meliputi:
- Tanah dan bangunan: Rp120.000.000.
- Kas dan setara kas: Rp2.019.412.136.
- Total kekayaan bersih: Rp2.139.412.136.
Pergantian pimpinan BNPB berlangsung di tengah sorotan terhadap berbagai persoalan, mulai dari kabur asap diberbagai wilayah, dan penanganan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan lembaga tersebut.
Sebagai Kepala BNPB yang baru, Kristomei kini menghadapi tanggung jawab besar dalam memperkuat koordinasi penanganan bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memastikan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana dapat disalurkan secara efektif dan akuntabel. (*J2R)

» Simak berita lainnya di Google News SINURBERITA













