PONTIANAK, SINURBERITA.COM — Seorang sales marketing pada salah satu dealer resmi sepeda motor Honda di Jalan Veteran, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat, Reni Putri Susanti, mengaku mengalami tekanan terkait persoalan dugaan penggunaan data konsumen dalam pengajuan pembiayaan kendaraan.
Reni membantah tudingan bahwa dirinya menggunakan data pribadi seorang konsumen berinisial SM, warga Tanjung Raya 2, Kelurahan Saigon, tanpa izin untuk pengajuan pembelian sepeda motor.
Ia mengaku tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.
Menurut Reni, persoalan tersebut bermula ketika dirinya diajak bertemu dengan SM di sebuah tempat ngopi di kawasan Tanjung Raya 2. Reni mengaku baru mengetahui bahwa dalam pertemuan tersebut terdapat pihak yang disebut berasal dari FIF Finance Cabang Pontianak Timur.
“Saya tidak menyangka dalam pertemuan itu ada pihak dari FIF Finance. Di sana saya merasa ditekan dan diminta mengakui kesalahan yang sebenarnya tidak saya lakukan,” ujar Reni, Selasa (11/8/2026).
Mengaku Dibawa ke Polres Kubu Raya
Reni mengatakan persoalan tersebut berlanjut pada hari yang sama. Ia mengaku dibawa ke Polres Kubu Raya.
Di lokasi tersebut, menurut pengakuannya, ia kembali diminta memberikan pengakuan terkait tuduhan penggunaan data konsumen.
Reni juga mengaku diminta melakukan lapor diri. Namun, ia mempertanyakan dasar permintaan tersebut karena mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi mengenai status hukumnya.
“Saya tidak melakukan apa yang dituduhkan. Saya merasa takut dan tertekan. Seolah-olah saya harus mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan,” katanya.
Reni berharap setiap proses pemeriksaan dilakukan secara profesional dengan memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk menyampaikan keterangan dan bukti.
Diduga Ada Tekanan, Minta Dibuktikan Secara Objektif
Dalam keterangannya, Reni juga menyampaikan dugaan adanya hubungan atau akses tertentu antara pihak perusahaan pembiayaan dengan oknum di lingkungan kepolisian.
Menurut Reni, dugaan tersebut membuat dirinya merasa berada dalam posisi tertekan.
Namun, tudingan mengenai adanya keterlibatan oknum kepolisian tersebut masih sebatas dugaan dan pernyataan dari Reni. Belum ada bukti atau keterangan resmi dari pihak yang disebut untuk mengonfirmasi tudingan tersebut.
Karena itu, diperlukan klarifikasi dan pemeriksaan secara objektif guna mengetahui fakta sebenarnya, termasuk terkait proses pertemuan, pemeriksaan, serta permintaan lapor diri yang disebutkan Reni.
Minta Penyelesaian Berdasarkan Bukti
Reni meminta persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia berharap seluruh pihak yang berkaitan dengan perkara diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya hanya ingin diperlakukan secara adil. Kalau memang saya dianggap melakukan kesalahan, silakan dibuktikan sesuai aturan. Jangan meminta saya mengakui sesuatu yang tidak pernah saya lakukan,” ujarnya.
Ia juga meminta apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum, prosesnya dilakukan sesuai prosedur dan tetap memberikan hak kepada dirinya untuk memberikan penjelasan serta pembelaan.
Persoalan tersebut sekaligus menyoroti pentingnya transparansi dalam penyelesaian sengketa yang melibatkan konsumen, tenaga pemasaran, perusahaan pembiayaan, dan pihak lain dalam proses pengajuan kredit kendaraan.
FIF dan Polres Kubu Raya Belum Memberikan Tanggapan
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari FIF Finance Cabang Pontianak Timur terkait tudingan yang disampaikan Reni.
Polres Kubu Raya juga belum memberikan penjelasan mengenai dugaan tekanan, permintaan pengakuan, maupun permintaan lapor diri sebagaimana disampaikan Reni.
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Redaksi menegaskan bahwa seluruh tudingan dalam berita ini merupakan keterangan dari Reni Putri Susanti dan belum merupakan kesimpulan atau penetapan hukum. Pihak FIF Finance dan Polres Kubu Raya memiliki hak jawab serta kesempatan memberikan klarifikasi atas informasi yang diberitakan. (*red)





















