JAKARTA, SINURBERITA.COM — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiagakan 442 personel yang tergabung dalam Tim Alpha untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Tim tersebut dipersiapkan untuk melaksanakan berbagai tugas, mulai dari pemantauan dan patroli titik api hingga mendukung upaya pemadaman di wilayah yang terdampak karhutla.
Kesiapsiagaan Tim Alpha dilakukan dengan memperkuat kemampuan personel sekaligus memastikan kesiapan berbagai peralatan yang akan digunakan dalam operasi di lapangan.
Pada Selasa (1/9/2026), misalnya, Tim Alpha di Lampung melaksanakan patroli menggunakan drone untuk memantau titik api di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Di Kalimantan Barat, personel melakukan patroli titik api di wilayah Desa Tebang Kacang, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi wilayah sekaligus langkah antisipasi terhadap potensi meluasnya kebakaran.
Baca juga: Hadapi Banjir Hoaks, Pemerintah Perkuat Koordinasi 8.000 Jaringan Kehumasan
Sementara di Pekanbaru, personel Tim Alpha melakukan pengecekan parasut paramotor dan uji coba mesin paramotor. Kesiapan peralatan tersebut diperlukan untuk mendukung mobilitas personel dalam melaksanakan pemantauan maupun penanganan karhutla.
Persiapan juga dilakukan di Palembang. Personel Tim Alpha melaksanakan latihan fast rope untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mendukung tugas di lapangan.
Di Balikpapan, personel berkoordinasi dengan Lanud Dhomber serta melakukan pengecekan sarana fast rope. Sedangkan di Palangkaraya, personel menerima pengarahan terkait penanganan karhutla dan memeriksa perlengkapan fast rope yang akan digunakan.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan kesiapan TNI dalam menghadapi potensi karhutla di berbagai daerah. Selain pemantauan titik api, kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting untuk memastikan respons dapat dilakukan secara cepat ketika terjadi kebakaran.
TNI menegaskan pengerahan Tim Alpha merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya penanganan karhutla sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi perkembangan situasi di sejumlah wilayah Indonesia. (*J2R/Puspen)





















