Panen Jagung 3 Hektare, Polres Sambas Dorong Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla

Polres Sambas panen jagung di lahan 3 hektare di Teluk Keramat sekaligus mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan dan mencegah karhutla.

SAMBAS, SINURBERITA.COM – Kepolisian Resort (Polres) Sambas terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Salah satunya dilakukan melalui panen jagung seluas 3 hektare di Dusun Ceremai, Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (1/9/2026).

Panen jagung Kuartal III 2026 tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan melibatkan jajaran Polres Sambas, pemerintah desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pemilik lahan, serta Kelompok Tani Janur Kuning.

Lahan seluas 3 hektare itu sebelumnya ditanami dan dikelola bersama Kelompok Tani Janur Kuning. Panen tersebut menjadi hasil kolaborasi antara kepolisian, kelompok tani, pemerintah desa, PPL Dinas Pertanian, dan pemilik lahan.

Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya penguatan ketahanan pangan.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut mendukung program pemerintah, salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan,” ujar Sanny.

Ia mengapresiasi keterlibatan Kelompok Tani Janur Kuning yang telah berperan sejak tahap penanaman hingga panen.

Baca juga: Mutasi Besar Polri: 424 Pati dan Pamen Bergeser, Wakapolda Riau Berganti

Menurutnya, dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengoptimalkan lahan yang tersedia.

Selain ketahanan pangan, Kapolres Sambas turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi kemarau dan kualitas udara yang menurun akibat kabut asap.

Masyarakat diminta menjaga kesehatan dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Warga juga diingatkan untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Jangan bermain-main dengan api. Mari bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pesannya.

Polres Sambas berharap kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, kelompok tani dan masyarakat dapat terus diperkuat. Upaya tersebut dinilai penting tidak hanya untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.

Seluruh rangkaian panen jagung berlangsung aman dan kondusif. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Polres Sambas dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong terwujudnya Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. (*Jaiyadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *