TAPTENG, SINURBERITA.COM — Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sibolga-Tapanuli Tengah (Tapteng) menyatakan kesiapan untuk berjalan berdampingan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah dalam mendorong pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan saat pengurus MD KAHMI dan HMI Sibolga-Tapteng melakukan audiensi dengan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, di ruang kerjanya, Jumat (21/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Masinton didampingi Asisten Administrasi dan Umum Setdakab Tapteng, Dra. Nurjalilah.
Masinton mengapresiasi kehadiran KAHMI dan HMI sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang serta dinilai dapat menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, Tapanuli Tengah yang kini memasuki usia 81 tahun masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, di antaranya persoalan kemiskinan, tingginya tingkat pengangguran, hingga pemerataan dan keadilan dalam pelayanan publik.
“Kondisi alam Tapanuli Tengah yang membentang luas dengan administrasi yang sebelumnya terpusat di Pandan belum menciptakan keadilan sepenuhnya. Ini yang ingin kami ubah sejak dilantik,” ujar Masinton.
Ia menjelaskan, Pemkab Tapteng telah mengambil sejumlah langkah awal, termasuk melakukan efisiensi anggaran yang diarahkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di berbagai wilayah kecamatan.
Sejumlah fasilitas penunjang pelayanan, kata Masinton, mulai didistribusikan ke wilayah kecamatan. Fasilitas tersebut antara lain alat perekaman administrasi kependudukan untuk KTP dan KK, armada pemadam kebakaran, truk pengangkut sampah, serta mobil ambulans siaga.
Selain peningkatan pelayanan dasar, Pemkab Tapteng juga menyiapkan program tanggap darurat pascabencana dan memberikan perhatian terhadap sektor pertanian.
Revitalisasi pertanian dilakukan melalui pemberian bantuan alat pertanian kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung produktivitas lahan sekaligus memperkuat sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat Tapteng.
Sementara itu, Ketua MD KAHMI Sibolga-Tapanuli Tengah, Mahjuddin Bondar, mengatakan kedatangan rombongan KAHMI dan HMI bertujuan memberikan dukungan moral kepada pemerintah daerah.
“Kami siap berjalan berdampingan dengan Pemkab Tapanuli Tengah,” kata Mahjuddin.
Dalam audiensi tersebut, KAHMI dan HMI juga menyerahkan sejumlah pemikiran serta hasil pemantauan di lapangan kepada Pemkab Tapteng. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan. (*Ast)





















