LAMPUNG TIMUR, SINURBERITA.COM – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui program SMK Go Global. Program ini diarahkan untuk membuka akses kerja internasional bagi lulusan SMK sekaligus memastikan generasi muda memiliki kompetensi, sertifikasi, dan pemahaman yang memadai sebelum bekerja di luar negeri.
Upaya tersebut dibahas dalam audiensi strategis dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mendampingi Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menyiapkan tenaga kerja vokasi yang mampu bersaing di pasar global.
Pembahasan difokuskan pada langkah konkret penyiapan lulusan SMK agar memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri internasional. Selain kompetensi teknis, lulusan juga didorong memiliki sertifikasi resmi, kemampuan bahasa asing, serta pemahaman mengenai prosedur, hak, dan kewajiban bekerja di luar negeri melalui jalur yang sah.
Bupati Ela menegaskan, keberangkatan tenaga kerja ke luar negeri tidak boleh hanya berorientasi pada penempatan kerja. Aspek kompetensi, legalitas, keamanan, dan perlindungan pekerja harus menjadi perhatian utama.
“Bekerja ke luar negeri bukan sekadar soal penempatan, tetapi tentang kompetensi, legalitas, keamanan, dan perlindungan penuh.”
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan pemuda-pemudi Lampung Timur yang bekerja di luar negeri benar-benar memiliki keterampilan dan dokumen yang sesuai serta berangkat melalui prosedur resmi.
“Kami ingin memastikan setiap pemuda-pemudi Lampung Timur yang berangkat bekerja ke luar negeri adalah tenaga kerja terampil, bersertifikat, berijazah resmi, berangkat lewat jalur sah, dan terjamin hak-haknya. Tidak ada yang terabaikan, semua harus aman dan bermartabat,” tegasnya.
Melalui program SMK Go Global, pembelajaran dan pembinaan diharapkan dapat diselaraskan dengan kebutuhan industri global. Materinya mencakup keterampilan teknis, kemampuan komunikasi dan bahasa, wawasan budaya, hingga pemahaman mengenai hukum serta aturan ketenagakerjaan di negara tujuan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan lulusan SMK sekaligus mencegah mereka menjadi korban praktik penempatan kerja ilegal maupun eksploitasi tenaga kerja.
Bupati Ela berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat segera diwujudkan melalui langkah konkret dan berkelanjutan.
“SDM unggul dari daerah, siap bersaing di dunia global! Mari wujudkan Lampung Timur sebagai penyuplai tenaga kerja profesional, aman, dan dibanggakan di kancah internasional,” pungkasnya. (*Iman)





















