PEKANBARU, SINURBERITA.COM – Kawanan gajah liar berjumlah 12 ekor melintas di kawasan perkebunan warga di Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Sabtu (30/5) malam. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, dan TNI berhasil mengarahkan satwa tersebut kembali ke habitatnya tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.
Peristiwa itu pertama kali dilaporkan seorang warga bernama Heriyanto kepada layanan darurat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru sekitar pukul 22.40 WIB. Laporan menyebutkan adanya kawanan gajah liar yang memasuki area perkebunan warga di kawasan Muara Fajar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim penyelamatan yang dipimpin Komandan Peleton (Danton) Robi Setiawan bergerak dari Pos 13 Cempaka menggunakan Mobil Penyelamatan Khusus (MPK) 21. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 23.25 WIB.
Baca juga: Setahun Memimpin, Agung-Markarius Wujudkan Perubahan Besar untuk Kota Pekanbaru
Setibanya di lokasi, petugas menemukan sekitar 12 ekor gajah liar sedang melintas di kawasan perkebunan yang berada di sepanjang Jalan Pekanbaru–Minas. Kawanan gajah tersebut terlihat bergerak mengikuti jalur yang selama ini dikenal sebagai lintasan alami mereka.
Melihat kondisi tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan BKSDA Riau dan unsur TNI untuk melakukan pengamanan serta penghalauan. Langkah itu dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga satwa dilindungi tersebut tetap aman selama proses penanganan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan kemunculan gajah liar di kawasan Muara Fajar bukan merupakan kejadian baru. Wilayah tersebut diketahui berada di jalur perlintasan alami kawanan gajah yang berpindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya.
“Perlintasan gajah di kawasan tersebut memang cukup sering terjadi karena merupakan jalur migrasi atau lintasan alami kawanan gajah. Oleh karena itu, penanganan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa yang dilindungi,” ujar Zarman, Minggu (31/5).
Baca juga: BPR Jadi Jembatan Peluang Usaha dan Pembiayaan Masyarakat
Menurutnya, penanganan kawanan gajah memerlukan pendekatan khusus dan kehati-hatian tinggi. Petugas tidak dapat melakukan tindakan yang berpotensi membuat satwa panik karena dapat membahayakan warga maupun gajah itu sendiri.
Setelah dilakukan penghalauan secara bertahap, kawanan gajah akhirnya berhasil diarahkan menjauh dari area perkebunan dan kembali menuju habitatnya. Operasi berlangsung aman tanpa adanya kerusakan pada lahan warga maupun fasilitas di sekitar lokasi.
Selain itu, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh rangkaian penanganan selesai sekitar pukul 00.55 WIB dan personel kembali ke pos masing-masing.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian satwa liar, khususnya di wilayah penyangga hutan yang masih menjadi habitat gajah Sumatra. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga konservasi dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan konflik antara manusia dan satwa liar di masa mendatang. (*red)
Sumber: Mediacenter Riau





















