PONTIANAK, SINURBERITA.COM – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menerima aksi damai yang digelar gabungan mahasiswa di Mapolda Kalbar, Jumat (19/6/2026). Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dengan pengamanan yang dilakukan secara humanis oleh aparat kepolisian.
Sebelum aksi dimulai, Polda Kalbar menggelar Apel Kesiapan Personel di Lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar guna memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan aman dan lancar.
Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai organisasi, di antaranya BEM POLNEP, SOLMADAPAR, IBEI, POLITA, FKBK, FOMDA Kalbar, dan BEM SI. Massa aksi yang dipimpin Markus itu menggelar kegiatan untuk mengenang almarhum Syafarudin yang meninggal dunia saat aksi unjuk rasa pada tahun 2000.
Baca juga: Kemenko Polkam Ungkap Sejumlah Kendala Implementasi Keadilan Restoratif di Sumut
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa menyampaikan aspirasi secara tertib. Situasi tetap aman dan kondusif berkat pengamanan yang dilakukan personel Polda Kalbar.
Perwakilan peserta aksi juga diterima langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, Kombes Pol Raswin Bachtiar Sirait, didampingi Pamenwas serta Kabagwassidik Ditreskrimum Polda Kalbar AKBP Amin Sidiq. Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menegaskan bahwa Polri menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum dan akan terus memberikan pengamanan secara profesional serta humanis.
Baca juga: 19 Tim Siap Tempur! Turnamen Mobile Legends Polresta Pekanbaru Ramaikan HUT Bhayangkara ke-80
“Polda Kalbar berkomitmen mengawal setiap penyampaian aspirasi masyarakat agar dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Menurut Bambang, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan. Personel Polda Kalbar juga melakukan pengawalan hingga massa membubarkan diri dan kembali ke lokasi masing-masing.
Aksi damai tersebut menjadi wujud penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib, sekaligus menunjukkan sinergi antara mahasiswa dan aparat kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. (*Jaiyadi)





















