Mahfud MD Kritik Ucapan Prabowo: “Tak Layak Seorang Presiden Ngejek Orang”

Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD.

JAKARTA, SINURBERITA.COM Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sejumlah pihak yang mengaku sebagai pakar “saking pintarnya jadi goblok”.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan dirinya tidak terlalu mempersoalkan pandangan para pakar yang mengkritiknya. Ia kemudian menyinggung sejumlah pakar yang menurutnya menyampaikan fitnah.

“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pinternya, saking pinternya jadi goblok,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian menekankan pentingnya kejujuran intelektual bagi seseorang yang memiliki kepakaran. Menurut dia, seorang cendekiawan tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan, tetapi juga harus menyampaikan pandangan secara jujur.

“Kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual,” ujar Prabowo.

Baca juga: Pemkab-DPRD Tapteng Sepakati 3 Ranperda, dari Penataan Birokrasi hingga Pengelolaan Sampah

Menanggapi pernyataan tersebut, Mahfud menilai penggunaan istilah “goblok” terhadap profesor atau pakar tidak semestinya disampaikan oleh seorang presiden.

“Dan Prabowo tak layak menyebut profesor/pakar goblok, tak etis lah, gak layak seorang presiden seharusnya jangan ngejek orang yang mengkritik,” ujar Mahfud dalam pernyataannya di YouTube Mahfud MD Official, yang dikutip Selasa (22/9/2026).

Mahfud menilai pernyataan tersebut berlebihan. Ia mengatakan para profesor dan pakar pada dasarnya menjalankan tanggung jawab sesuai kapasitas keilmuan yang dimiliki.

Meski mengkritik pilihan kata Prabowo, Mahfud tidak menilai Presiden Prabowo sebagai sosok yang tidak memiliki kemampuan.

“Dia jago, tidak goblok. Saya kenal dia, wawasannya luas,” kata Mahfud.

Baca juga: Taekwondo Indonesia Ukir Prestasi Dunia, M. Rizal-Kinara Raih Medali Perak

Mahfud juga menanggapi berbagai pujian terhadap Prabowo yang dinilainya berlebihan. Salah satunya mengenai klaim bahwa Prabowo mampu membaca puluhan buku dalam sehari.

Menurut Mahfud, kemampuan dan kapasitas seseorang sebaiknya tidak dinilai melalui pujian yang berlebihan.

Polemik mengenai pernyataan Prabowo tersebut muncul setelah Presiden menyinggung kritik dari sejumlah pihak yang disebutnya sebagai pakar. Dalam pidato yang sama, Prabowo mengatakan dirinya memilih fokus pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tidak ingin terlalu memikirkan kritik yang menurutnya mengandung fitnah.

Pernyataan Prabowo dan respons Mahfud tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena menyangkut cara pejabat negara merespons kritik dari kalangan akademisi dan pakar. (*red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *