Taekwondo Indonesia Ukir Prestasi Dunia, M. Rizal-Kinara Raih Medali Perak

Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia meraih medali perak melalui M. Rizal dan Kinara pada nomor Pair Under 30 di World Poomsae Championship 2026, Korea Selatan.

JAKARTA, SINURBERITA.COM Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia meraih satu medali perak pada World Poomsae Championship 2026 (G8) yang digelar di Songam Sports Town Air Dome, Chuncheon, Gangwon State, Korea Selatan, 16–20 September 2026.

Medali perak tersebut diraih M. Rizal dan Kinara pada nomor Pair Under 30. Mereka berhasil mencapai final setelah melewati lima pertandingan dengan menghadapi atlet dari Austria, Denmark, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Turki.

Pada babak Round 64, pasangan Indonesia mengalahkan Austria. Mereka kemudian menang atas Denmark pada Round 32, Amerika Serikat pada Round 16, Hong Kong di perempat final, dan Turki pada semifinal.

Di partai final, M. Rizal dan Kinara berhadapan dengan pasangan Thailand. Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dan mengakhiri pertandingan sebagai peraih medali perak.

Kejuaraan dunia tersebut berlangsung selama lima hari dan diikuti 85 negara atau entitas. Berdasarkan data penyelenggara yang disampaikan dalam keterangan tim, terdapat sekitar 2.269 delegasi, termasuk 1.899 atlet. Kompetisi mempertandingkan 42 nomor dalam kategori Recognized Poomsae dan Freestyle Poomsae.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet Indonesia.

Richard mengatakan hasil kejuaraan tersebut akan menjadi bahan evaluasi PBTI untuk meningkatkan teknik, taktik, dan manajemen latihan atlet Pelatnas.

“Hasil yang sudah diraih tersebut akan dijadikan bahan evaluasi demi meningkatkan teknik dan taktik serta manajemen latihan para Pelatnas dan atlet dalam meraih prestasi di event tingkat dunia dan lainnya,” ujar Richard.

Menurut Richard, World Poomsae Championship merupakan ajang internasional tertinggi untuk kategori Poomsae. Ia juga menyebut atlet Poomsae Indonesia memiliki peluang untuk terus bersaing pada kejuaraan internasional, baik single event maupun multievent.

“Dengan persiapan yang sangat singkat, para atlet Pelatnas yang dibina oleh PBTI maupun mandiri dapat menampilkan performa yang cukup baik dan dapat bersaing dengan para atlet negara lain,” katanya.

Selain medali perak, sejumlah atlet Indonesia juga berhasil melewati beberapa babak pertandingan.

Andi Sultan pada nomor Individual Male Under 30 menang atas Senegal dan Finlandia sebelum terhenti di Round 16 setelah kalah dari Thailand. Pada nomor Freestyle Individual Male Over 17, Andi Sultan menempati peringkat kedua Grup B dan finis di posisi ke-12 pada babak final.

Kinara Abbabiel pada Individual Female Under 30 menang atas Belanda di Round 64, tetapi kemudian kalah dari Puerto Rico pada Round 32.

Pada nomor Team Male Under 30, M. Rizal, M. Syarif, dan Azka menang atas Myanmar pada Round 32 sebelum kalah dari Malaysia pada Round 16.

Di kategori Cadet, Shegina Rahma melaju hingga Round 16 setelah menang atas Great Britain dan Trinidad and Tobago. Ia kemudian kalah dari Hong Kong. Tim Female Cadet yang diperkuat Shegina, Ainun, dan Ratu menang atas Bosnia and Herzegovina pada Round 16, sebelum kalah dari Amerika Serikat di perempat final.

Pada kategori Junior, Alina Yasha mencapai Round 32. Sementara Razief Bintang melaju hingga Round 16 setelah menang atas Rusia dan Belanda, kemudian kalah dari Amerika Serikat.

Pasangan Junior Razief dan Talita berhasil mencapai perempat final setelah mengalahkan Bulgaria dan Mongolia, sebelum kalah dari Hong Kong.

Tim Female Junior yang diperkuat Alina, Raina, dan Nabila menang atas Jerman pada Round 32, kemudian kalah dari Hong Kong pada Round 16.

Pada nomor Freestyle Individual Female Under 17, Nathania Ibrahim menempati peringkat ketiga Grup A dan mengakhiri kompetisi di posisi ketujuh pada final. Mahiswari Kirana pada Freestyle Individual Female Over 17 berada di peringkat ke-12 Grup B.

Sementara itu, Carolina pada Individual Female Under 50 menang atas India pada Round 32, sebelum kalah dari Prancis pada Round 16. Soembar Wiyanto pada Individual Male Under 60 menang atas Argentina, kemudian kalah dari Turki pada Round 16.

Siti Rochmah tersingkir pada Round 32 nomor Individual Female Under 60 setelah kalah dari Venezuela. Pada nomor Pair Under 60, pasangan Soembar Wiyanto dan Siti Rochmah kalah dari Brasil pada Round 16.

Capaian medali perak M. Rizal dan Kinara menjadi hasil utama Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia pada World Poomsae Championship 2026. Hasil tersebut selanjutnya menjadi bagian dari evaluasi pembinaan atlet Poomsae Indonesia menghadapi kejuaraan internasional berikutnya. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *