JAKARTA, SINURBERITA.COM – Inisiatif elektrifikasi kendaraan operasional di sektor pertambangan terus diperluas. KALISTA, penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial end-to-end, bersama PT Kideco Jaya Agung (Kideco) mencatat potensi penghematan biaya energi hingga 80 persen melalui uji coba kendaraan listrik ringan atau EV light vehicle di area operasional tambang Kideco di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Uji coba yang berlangsung pada 13 Agustus hingga 20 September 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan yang merupakan bagian dari Indika Energy Group untuk mengevaluasi penerapan kendaraan listrik dalam kondisi operasional pertambangan secara langsung.
Dalam pengujian selama satu bulan, dengan data operasional 13 Agustus hingga 14 September 2026, dua jenis kendaraan listrik digunakan, yakni kendaraan double cabin dengan kapasitas baterai 88,02 kWh dan kendaraan MPV dengan kapasitas baterai 64,7 kWh.
Kedua kendaraan tersebut dioperasikan dalam kondisi nyata di lingkungan pertambangan untuk mengukur performa, efisiensi energi, tingkat utilisasi, hingga kemampuan kendaraan menghadapi karakteristik medan operasional tambang.
Berdasarkan hasil pengujian, unit double cabin menempuh jarak 1.526 kilometer dengan rasio efisiensi energi 3,12 km/kWh. Kendaraan tersebut mencatat penghematan biaya energi sebesar 76 persen serta estimasi pengurangan emisi sebesar 65 persen dibandingkan kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM).
Sementara itu, unit MPV menempuh jarak 2.097 kilometer dengan efisiensi energi mencapai 5,02 km/kWh. Penghematan biaya energi tercatat sebesar 80 persen, dengan estimasi pengurangan emisi sebesar 65 persen dibandingkan MPV konvensional.
Hasil tersebut menunjukkan potensi penerapan kendaraan listrik pada armada kendaraan ringan di lingkungan pertambangan, terutama dari sisi efisiensi energi dan biaya operasional. Namun, penerapan dalam skala lebih luas tetap memerlukan evaluasi terhadap kebutuhan operasional, infrastruktur pengisian daya, pola penggunaan kendaraan, serta karakteristik medan tambang.
Direktur Utama Kideco, Kurnia Ariawan, mengatakan uji coba tersebut merupakan bagian dari eksplorasi elektrifikasi armada setelah sebelumnya dilakukan implementasi kendaraan listrik pada jenis kendaraan lainnya.
“Melanjutkan keberhasilan implementasi truk listrik pada operasional tambang, kami kembali mengeksplorasi potensi elektrifikasi pada armada lainnya. Saat ini, light vehicle merupakan salah satu tipe armada dengan populasi terbesar, sebanyak kurang lebih 1.200 unit yang beroperasi di lingkungan area tambang Kideco,” ujar Kurnia.
Menurut dia, jumlah armada tersebut menjadi salah satu pertimbangan Kideco dalam melihat peluang elektrifikasi kendaraan operasional.
“Bersama KALISTA, Kideco menguji dua unit EV light vehicle secara langsung dalam kondisi operasional tambang nyata agar kami bisa melakukan evaluasi secara langsung,” katanya.
Selama uji coba, performa kendaraan dinilai berdasarkan sejumlah parameter, antara lain jarak tempuh, konsumsi energi, waktu pengisian daya, tingkat utilisasi, keandalan kendaraan, serta kemampuan kendaraan menghadapi berbagai kondisi dan karakteristik medan pertambangan.
Salah satu indikator yang ditetapkan dalam pengujian adalah kemampuan kendaraan menempuh jarak hingga 150 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Selain itu, tingkat utilisasi kendaraan ditargetkan mencapai minimal 80 persen.

Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas, mengatakan uji coba tersebut menjadi bagian dari pengembangan penerapan kendaraan listrik komersial di sektor pertambangan.
“KALISTA kembali membuka babak baru elektrifikasi kendaraan komersial. Setelah berhasil mengimplementasikan truk listrik pada sektor logistik dan perkotaan, kami kembali menjawab tantangan elektrifikasi pada sektor tambang,” ujar Albert.
Ia mengatakan, bersama Kideco, KALISTA menguji kendaraan listrik ringan secara langsung di area operasional tambang untuk melihat potensi penggunaannya sebagai sarana transportasi karyawan.
“KALISTA melakukan uji coba EV light vehicle di area operasional tambang nyata untuk mengeksplorasi penggunaannya sebagai transportasi karyawan, menghadirkan mobilitas berkelanjutan yang komprehensif,” katanya.
Sebagai bagian dari Indika Energy, KALISTA mengembangkan pendekatan Fleet-as-a-Service (FaaS), yakni solusi terintegrasi untuk membantu perusahaan dalam melakukan transisi menuju armada kendaraan listrik.
Solusi tersebut mencakup penyediaan kendaraan, skema pembiayaan berbasis biaya operasional atau OPEX, pemasangan infrastruktur pengisian daya, penentuan pola pengisian, pemantauan armada, hingga layanan pemeliharaan dan purna jual.
Pendekatan tersebut dikembangkan untuk menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik operasional masing-masing perusahaan. KALISTA juga mengembangkan solusi elektrifikasi untuk sejumlah sektor, termasuk transportasi perkotaan, logistik, pertambangan, dan perkebunan.
Uji coba bersama Kideco menjadi salah satu contoh penerapan kendaraan listrik komersial yang diuji langsung dalam lingkungan pertambangan dengan kondisi operasional yang kompleks.
Data mengenai efisiensi energi, biaya operasional, jarak tempuh, utilisasi, serta kebutuhan pengisian daya dari pengujian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesiapan kendaraan listrik ringan sebelum diterapkan dalam skala yang lebih luas.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan tidak hanya menyasar sektor transportasi perkotaan dan logistik, tetapi mulai dieksplorasi pada kendaraan operasional di sektor pertambangan yang memiliki kebutuhan mobilitas dan karakteristik medan berbeda. (*J2R)





















