Mangkok Merah Kalbar: Persatuan dan Dialog Jadi Kunci Menjaga Kerukunan

Dewan Pembina MMKB, Kartius.

PONTIANAK, SINURBERITA.COM – Organisasi Mangkok Merah Kalimantan Barat (MMKB) menegaskan komitmennya untuk berperan dalam menjaga keharmonisan masyarakat, memperkuat persatuan, serta membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif melalui pendekatan komunikasi dan dialog.

Pernyataan tersebut disampaikan Dewan Pembina MMKB, Kartius, yang menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Menurutnya, sebagai negara hukum, Indonesia telah memiliki institusi dan perangkat yang berwenang dalam menangani berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Indonesia adalah negara hukum. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku. Kita harus mempercayakan proses tersebut kepada pemerintah, TNI, dan Polri. Peran organisasi masyarakat adalah membantu menciptakan suasana yang kondusif melalui komunikasi yang baik,” kata Kartius saat diwawancarai awak media.

Kartius menegaskan, organisasi kemasyarakatan tidak boleh mengambil alih kewenangan institusi negara. Sebaliknya, ormas harus menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat hubungan antarwarga.

Baca juga: Hadapi Gempuran Hoaks, Polda Kalbar Cetak Personel Humas Bermental “News Producer”

Menurutnya, komunikasi yang efektif menjadi salah satu kunci dalam mencegah munculnya konflik dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

Sementara itu, Ketua MMKB, Iyen Bagago, mengatakan organisasinya hadir dengan semangat kebersamaan dan persatuan. Ia menyebut Mangkok Merah Kalbar ingin menjadi wadah yang mampu menjembatani berbagai perbedaan pandangan maupun persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.

“Mangkok Merah hadir untuk menjembatani. Ketika ada perbedaan atau perselisihan, yang harus dikedepankan adalah mencari solusi bersama, hidup berdampingan, menjaga kerukunan, dan menciptakan kehidupan yang harmonis,” ujarnya.

Iyen menegaskan bahwa MMKB tidak berafiliasi dengan partai politik maupun membawa kepentingan politik tertentu. Organisasi tersebut, kata dia, berjalan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta berkomitmen mendukung pembangunan bangsa.

“Kami tidak berdiri untuk kepentingan politik. Mangkok Merah adalah organisasi yang patuh terhadap aturan dan berkomitmen untuk mendukung Indonesia yang maju, damai, dan bersatu,” tegasnya.

Baca juga: Lantik Pengurus Ranting se-Bangka, PDIP Perkuat Mesin Partai hingga Tingkat Desa

Ia juga mengungkapkan bahwa kepengurusan MMKB terus berkembang di berbagai daerah di Kalimantan Barat, termasuk di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau. Ke depan, organisasi tersebut akan memperluas struktur kepengurusan ke wilayah lainnya guna memperkuat peran sosial di tingkat daerah.

Selain itu, Iyen menegaskan bahwa Mangkok Merah Kalbar saat ini bersifat terbuka dan inklusif. Pengurus maupun anggota berasal dari berbagai latar belakang suku, agama, dan etnis yang hidup berdampingan dalam semangat kebersamaan.

“Di dalam kepengurusan terdapat berbagai unsur masyarakat, baik dari kalangan Muslim, etnis Tionghoa, maupun kelompok lainnya. Ini menunjukkan bahwa Mangkok Merah modern mengedepankan persatuan dalam keberagaman,” katanya.

Melalui pendekatan komunikasi, dialog, dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, MMKB berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat Kalimantan Barat yang aman, damai, dan harmonis. (*Jaiyadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar