PEKANBARU, SINURBERITA.COM – Polsek Payung Sekaki meluncurkan inovasi pencegahan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan menggandeng dealer sepeda motor Honda, Yamaha, serta perusahaan pembiayaan FIF untuk memasang perangkat Global Positioning System (GPS) pada kendaraan roda dua milik konsumen.
Program yang digagas Kapolsek Payung Sekaki, AKP Rafidin L. Gaol, tersebut bertujuan meningkatkan keamanan kendaraan masyarakat sekaligus memudahkan proses pelacakan apabila terjadi tindak pencurian.
AKP Rafidin mengatakan, penggunaan teknologi GPS menjadi langkah preventif yang dinilai efektif dalam mempersempit ruang gerak pelaku curanmor yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Payung Sekaki.
“Ini merupakan bentuk inovasi pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Kami membangun sinergi bersama dealer Honda, Yamaha, dan pihak leasing FIF agar kendaraan konsumen memiliki sistem keamanan tambahan. Dengan adanya GPS, peluang kendaraan yang hilang untuk ditemukan kembali akan semakin besar,” ujar Rafidin, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Nelayan Tak Melaut, Solar Subsidi Tetap Habis: SMSI Bangka Ungkap Dugaan Aliran BBM ke Tambang Timah
Menurutnya, perangkat GPS memungkinkan lokasi kendaraan dipantau secara real-time, sehingga proses pencarian kendaraan yang hilang dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Teknologi tersebut juga diyakini dapat membantu kepolisian dalam mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor secara lebih efektif.
Program ini merupakan hasil koordinasi antara Polsek Payung Sekaki dengan sejumlah dealer Honda dan Yamaha serta perusahaan pembiayaan FIF. Dalam pelaksanaannya, konsumen yang membeli kendaraan melalui program kerja sama tersebut akan memperoleh fasilitas pemasangan GPS sebagai bentuk perlindungan tambahan terhadap kendaraan mereka.
Selain pemasangan GPS, Polsek Payung Sekaki juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan perangkat keamanan tambahan, tata cara memarkir kendaraan yang aman, serta langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban curanmor.
Baca juga: Semarak HUT ke-242 Pekanbaru, Ribuan Warga Padati Danau Bandar Kayangan
Rafidin menilai kolaborasi antara kepolisian, pelaku usaha otomotif, dan perusahaan pembiayaan menjadi strategi penting dalam upaya menekan angka kejahatan kendaraan bermotor. Selain membantu pelacakan kendaraan yang hilang, keberadaan GPS diharapkan dapat memberikan efek pencegahan sekaligus efek jera bagi pelaku kejahatan.
“Melalui inovasi ini, kami berharap angka kasus curanmor dapat ditekan secara signifikan. Kehadiran teknologi GPS menjadi salah satu solusi modern untuk menjaga keamanan kendaraan masyarakat dan mendukung tugas kepolisian dalam mengungkap kasus kejahatan dengan lebih cepat dan tepat,” pungkasnya. (*J2R)





















