TAPTENG, SINURBERITA.COM – Puluhan warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, hingga kini masih memilih tinggal di tenda pengungsian. Mereka mengaku belum berani kembali ke rumah karena trauma banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 serta belum rampungnya pembangunan tanggul penahan Sungai Aek Silaga Laga.
Salah seorang warga, Melinda Tambunan (41), mengatakan tenda pengungsian yang berada di kawasan lebih tinggi dinilai menjadi tempat paling aman bagi keluarganya saat musim hujan tiba.
“Sejak banjir besar tahun lalu, rumah kami hanyut dan harta benda habis. Sekarang kami lebih memilih tinggal di tenda karena merasa lebih aman jika sewaktu-waktu banjir kembali datang,” ujar Melinda kepada tim Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Tapteng, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Kakanwil Ditjenpas Riau Tanam Pohon Cendera Mata Kapolda, Simbol Sinergi dan Kepedulian Lingkungan
Melinda mengaku trauma mendalam masih dirasakan warga. Menurutnya, setiap hujan deras turun, kekhawatiran akan jebolnya tanggul yang masih dalam tahap pengerjaan kembali menghantui masyarakat.
Ia menuturkan, warga bahkan beberapa kali menyaksikan tanggul yang sedang dibangun mengalami kerusakan, sehingga arus deras Sungai Aek Silaga Laga kembali menggenangi permukiman.
“Kami melihat sendiri tanggul itu beberapa kali jebol. Karena itu kami takut kembali ke rumah. Lebih baik tinggal di tenda daripada mempertaruhkan keselamatan keluarga,” katanya.
Kondisi di lokasi pengungsian juga jauh dari kata layak. Dalam satu tenda, sedikitnya tiga kepala keluarga harus berbagi tempat tinggal. Meski serba terbatas, mereka menganggap kondisi tersebut lebih aman dibanding bertahan di permukiman yang rawan diterjang banjir.
Baca juga: Kuasa Hukum Bie Hoi Minta OJK Riau Buka Dokumen Sanksi terhadap BPR Fianka
Selain kehilangan tempat tinggal, Melinda menyebut sebagian besar kebutuhan hidup warga masih bergantung pada bantuan para dermawan. Sementara itu, bantuan pemerintah seperti Jaminan Hidup (Jadup) dan bantuan lainnya disebut belum sepenuhnya diterima seluruh warga terdampak.
“Kami berharap pemerintah segera mempercepat penyelesaian tanggul. Kalau tanggul selesai, kami yakin bisa mengurangi ancaman banjir dan masyarakat bisa kembali hidup dengan tenang,” ungkapnya.
Warga berharap pembangunan tanggul Sungai Aek Silaga Laga dapat segera dituntaskan agar banjir yang selama ini menghantui Kelurahan Hutanabolon dan wilayah sekitarnya tidak kembali menimbulkan kerugian besar serta mengancam keselamatan masyarakat. (*Ast)





















