JAKARTA, SINURBERITA.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan penataan Jalan HR Rasuna Said di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6). Kawasan yang sebelumnya dikenal dengan keberadaan tiang monorel mangkrak kini disulap menjadi ruang publik yang lebih tertata dan modern.
Dalam peresmian tersebut, Pramono menegaskan bahwa wajah baru Jalan HR Rasuna Said diharapkan menjadi ikon sekaligus landmark baru ibu kota.
“Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta karena sekarang jauh lebih tertata dan lebih rapi,” ujar Pramono.
Baca juga: Koops Habema Tegaskan Tak Ada Patroli TNI Saat Ledakan di Danggoa
Peresmian ini juga menandai dimulainya pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan di kawasan tersebut. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta turut meresmikan perubahan nama Halte Gedung KPK menjadi Halte Setiabudi Integritas sebagai simbol penguatan budaya antikorupsi di ruang publik strategis.
Pramono mengatakan, penataan kawasan ini tidak hanya bertujuan mempercantik ruang kota, tetapi juga mencerminkan semangat Jakarta sebagai kota global yang menjunjung nilai integritas, budaya, dan keberlanjutan.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan penataan Jalan HR Rasuna Said dan naming right Halte Setiabudi Integritas Satu,” katanya.
Baca juga: Kejam! 3 Tahun Disekap, Kondisi YTR Ditemukan Mengenaskan
Proyek penataan sepanjang 3,8 kilometer tersebut menelan anggaran sekitar Rp91 miliar. Sebanyak 109 tiang monorel yang selama bertahun-tahun terbengkalai telah dibongkar, sehingga membuka ruang jalan yang lebih luas dan nyaman bagi masyarakat.
Selain itu, Gubernur DKI juga menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air untuk membersihkan aliran Kali Cideng yang berada di sepanjang koridor Jalan HR Rasuna Said guna mendukung kenyamanan kawasan.
Terkait penamaan Halte Setiabudi Integritas, Pramono menjelaskan bahwa pembiayaannya tidak menggunakan APBD, melainkan melalui skema creative financing berupa hak penamaan (naming rights) dan kerja sama periklanan.
“Pembiayaannya sepenuhnya dari naming right dan iklan yang ada. Ini menjadi salah satu cara Jakarta membangun kotanya tanpa semata-mata bergantung pada APBD,” jelasnya.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengungkapkan pembongkaran 109 tiang monorel berhasil diselesaikan dalam waktu satu bulan. Penataan juga menyatukan jalur cepat dan jalur lambat yang sebelumnya memiliki perbedaan elevasi sehingga jalan menjadi lebih rata dan nyaman.
Menurut Heru, kawasan tersebut kini dilengkapi trotoar yang lebih lebar, bangku untuk pejalan kaki, serta utilitas yang telah dipindahkan demi meningkatkan estetika dan kenyamanan.
Baca juga: Terungkap! BRK Syariah Akui Dugaan Pelanggaran dalam Pembiayaan Agribisnis MKM Rp53,1 Miliar
Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Setyo Budiyanto, mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan ruang kota yang lebih baik sekaligus memperkuat pesan integritas melalui penamaan halte tersebut.
“Harapan saya, penamaan yang menunjukkan identitas ini bisa menjadi memori kolektif. Orang akan mengingat, menjaga, dan melakukan hal-hal positif sesuai dengan namanya,” ujar Setyo.
Dengan wajah baru Jalan HR Rasuna Said dan hadirnya Halte Setiabudi Integritas, Pemprov DKI Jakarta berharap kawasan ini menjadi simbol transformasi kota yang modern, nyaman, dan berintegritas. (*Tian)





















