KAMPAR, SINURBERITA.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih yang dibangun TNI-Polri untuk masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Dalam agenda tersebut, sebanyak 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih diresmikan. Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polri yang dinilai telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk warga di daerah terpencil.
Secara nasional, Polri telah membangun dan merenovasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi. Menurut Prabowo, pembangunan tersebut menjadi bentuk pengabdian sekaligus wujud kehadiran negara yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo mencapai puncak tertinggi di kepolisian, itu pantas karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya. Hari ini bagi saya, hari ini saya gunakan kesempatan ini sekali lagi menyampaikan rasa bangga saya,” kata Prabowo secara daring dari Istana Negara.
Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan jajaran kepolisian yang telah bekerja hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
Ia menilai pembangunan infrastruktur dasar di daerah terpencil menunjukkan bahwa negara harus hadir dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Saudara telah menangkap apa arti menjadi pemimpin. Saudara telah menangkap bagaimana bahagianya kalau kita bisa berbuat yang berarti untuk rakyat kita. Apalagi rakyat kita yang paling terpencil, apalagi rakyat kita di desa,” ujar Prabowo.
Kapolda Riau Laporkan 110 Jembatan
Dalam rangkaian peresmian tersebut, Presiden Prabowo melakukan dialog melalui konferensi video dengan sejumlah Polda di daerah, salah satunya Polda Riau.
Dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah, Kabupaten Kampar, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melaporkan pembangunan jembatan serta sejumlah program untuk membantu masyarakat di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.
Herry mengatakan, arahan Presiden agar negara menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat diterjemahkan Polda Riau melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden agar setiap ujung negara bekerja menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, kami di Riau berusaha menerjemahkan arahan tersebut melalui satu pekerjaan bersama,” kata Herry.
Ia kemudian melaporkan bahwa Polda Riau bersama masyarakat telah membangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Provinsi Riau.
“Kami, Polda Riau bersama-sama masyarakat membuat dan membangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi,” ujarnya.
Pelajar Gobah Ceritakan Manfaat Jembatan
Dalam dialog tersebut, Kapolda Riau juga memperkenalkan Raisa Adelia, pelajar berusia 13 tahun asal Desa Gobah yang merasakan langsung manfaat pembangunan jembatan.
Raisa yang merupakan pelajar MTs Ahmad Dahlan Gobah menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden. Ia bahkan membuka percakapan dengan sebuah pantun.
“Beli durian di pinggir jalan, dimakan bersama teman sejati. Jembatan Merah Putih menjadi kebanggaan, Pak Presiden senyum, kebanggaan kami,” ucap Raisa.
Raisa kemudian menceritakan kondisi jembatan di desanya sebelum diperbaiki. Kondisi jembatan yang rusak dan berlubang sebelumnya menyulitkan dirinya saat berangkat ke sekolah.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah membuat jembatan di desa kami. Dulunya jembatan kami ini rusak parah dan bolong-bolong. Sekarang, kami sudah tidak bersusah payah untuk pergi ke sekolah karena jembatannya sudah bagus,” kata Raisa.
Ia juga mendoakan agar Presiden Prabowo selalu diberikan kesehatan.
Ekspedisi Merah Putih Presisi Menjangkau Wilayah 3T
Selain pembangunan jembatan, Kapolda Riau melaporkan pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk menjangkau masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih menghadapi keterbatasan akses.
“Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81, kami membuat program Ekspedisi Merah Putih Presisi sebagai tindak lanjut arahan Bapak Kapolri untuk mendatangi masyarakat pada wilayah terluar dan terdepan yang masih memiliki keterbatasan akses di Provinsi Riau,” kata Herry.
Ekspedisi tersebut juga membawa misi pelestarian lingkungan. Polda Riau melaksanakan penanaman dan restorasi mangrove di kawasan pesisir sebagai upaya memperkuat perlindungan alami terhadap abrasi.
“Dalam kegiatan tersebut, kami juga melaksanakan penanaman dan restorasi mangrove sebagai upaya memperkuat benteng alami wilayah pesisir yang terdampak abrasi,” jelasnya.
Prabowo: Negara Harus Hadir hingga Wilayah Terpencil
Presiden Prabowo menegaskan pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada proyek-proyek besar.
Menurutnya, masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pertumbuhan dan kawasan perkotaan juga berhak menikmati kualitas hidup yang baik.
“Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih gemilang, ya kita butuh investasi besar-besaran, tapi kita baru mengerti dan kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil,” tegas Prabowo.
Ia menekankan bahwa masyarakat yang berada jauh dari pusat kehidupan harus tetap mendapatkan perhatian dan merasakan manfaat pembangunan.
“Rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” pungkasnya. (*J2R)





















