PONTIANAK, SINURBERITA.COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya menjaga integritas distribusi energi dan memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan serta tepat sasaran.
Menanggapi video viral di media sosial terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi di wilayah Kalimantan Barat, Pertamina Patra Niaga langsung melakukan investigasi bersama pihak terkait untuk menelusuri dugaan pelanggaran tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran dalam proses distribusi BBM, khususnya BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat.
“Apabila terbukti terdapat pelanggaran, awak mobil tangki (AMT) yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja sesuai ketentuan perusahaan. Selain itu, Pertamina juga akan menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan transportir yang menaungi kendaraan tersebut,” ujar Edi, Minggu (25/5/2026).
Baca juga: Heboh Larangan Pertalite Mulai 1 Juni 2026, Pertamina: Itu Hoax!
Ia menegaskan, Pertamina juga telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mendukung proses penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami memastikan setiap dugaan penyimpangan akan diproses secara serius. Distribusi BBM merupakan layanan publik yang harus dijalankan sesuai prosedur, tepat sasaran, dan sesuai peruntukannya,” katanya.
Pertamina memastikan pasokan dan distribusi BBM di wilayah Kalimantan Barat tetap berjalan normal guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, pengawasan distribusi terus diperkuat melalui koordinasi bersama aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta implementasi Program Subsidi Tepat menggunakan QR Code.
Pertamina juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pengawasan distribusi BBM dan mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan serta peruntukannya.
Baca juga: Krisis Energi Global Diprediksi hingga 2027, DEN Imbau Warga Hemat BBM
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina, M. Fadlan, menyebut tim Pertamina telah turun langsung ke lokasi untuk menyelidiki video viral tersebut.
“Kalau terbukti dan ada unsur pidananya akan diserahkan ke polisi. Kalau SPBU-nya terlibat, kita akan tindak tegas,” tegas Fadlan.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video yang memperlihatkan dugaan pembongkaran BBM dari mobil tangki merah putih ke mobil tangki biru di kawasan permukiman sepi.
Dalam rekaman tersebut terlihat lokasi dipenuhi pepohonan dan jauh dari keramaian. BBM itu diduga akan dijual kembali kepada pihak lain dengan harga industri.
Berdasarkan informasi yang beredar, BBM tersebut berkaitan dengan seorang pengusaha tempat hiburan malam berinisial AT. Namun, dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait keterlibatan pihak tertentu. (*Jaiyadi)




















