BANGKA, SINURBERITA.COM — Kondisi sarana pariwisata di Pantai Rebok, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi sorotan warga. Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp2,9 miliar tersebut mulai mengalami keretakan dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Pantai Rebok diketahui pernah menjadi salah satu destinasi wisata pantai yang cukup dikenal masyarakat pada era 1980-an. Saat itu, Pantai Rebok disebut memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan Pantai Matras yang hingga kini masih menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bangka.
Namun, kondisi Pantai Rebok saat ini dinilai cukup memprihatinkan. Minimnya pengunjung serta kondisi sejumlah fasilitas yang kurang terawat membuat kawasan wisata tersebut belum mampu berkembang seperti yang diharapkan.
Baca juga: Manfaatkan Google Maps, Mahasiswa KUKERTA Bantu UMKM Desa Limau Manis Naik Kelas Digital
Sejumlah sarana pariwisata yang dibangun di lokasi tersebut antara lain 10 petak toko, gazebo, toilet, mushala, selasar atau rabat, serta conblock.
Dari 10 petak toko yang tersedia, disebut baru satu toko yang ditempati. Sementara itu, sejumlah fasilitas lainnya dinilai belum mendapatkan perawatan secara optimal.
Bahkan, bagian selasar atau rabat dan bangunan toilet dilaporkan sudah mengalami keretakan, meski pembangunan fasilitas tersebut relatif belum lama selesai.
Pembangunan sarana pariwisata Pantai Rebok tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp2,9 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024. Pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh CV Barokah Mulya Jaya, yang beralamat di Jalan Imam Bonjol, Sungailiat.
Salah seorang warga setempat, Ahyiong, menyayangkan kondisi fasilitas wisata yang menurutnya belum lama selesai dibangun tetapi sudah ditemukan bagian yang mengalami keretakan.
Ia juga mempertanyakan pemeliharaan fasilitas tersebut karena pembangunan menggunakan anggaran yang bersumber dari uang negara.
“Sangat disayangkan bangunan sarana pariwisata yang belum lama selesai ini sudah ada yang retak dan tidak terurus. Apalagi pembangunannya menggunakan uang rakyat,” ujar Ahyiong, Minggu (9/8/2026).
Baca juga: Semarak Buddhayana Run HUT ke-71 MBI, Danrem Tekankan Persatuan di Tengah Keberagaman
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka, Erwin, mengatakan pihaknya tetap melakukan pengelolaan terhadap fasilitas pariwisata tersebut.
Hal itu disampaikan Erwin ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (10/8/2026).
“Fasilitas pariwisata tersebut tetap kita urus dan perbaiki yang rusaknya,” kata Erwin.
Namun, Erwin menyampaikan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait kondisi fasilitas Pantai Rebok.
“Sekarang mohon maaf, kami belum bisa memberikan tanggapan lebih banyak. Kita belum dapat izin dari Pak Bupati untuk memberikan tanggapan lebih lanjut,” tulis Erwin.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan fasilitas pariwisata yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah semestinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
Perawatan fasilitas, pemanfaatan bangunan serta peningkatan daya tarik wisata menjadi sejumlah aspek penting agar investasi pemerintah di Pantai Rebok tidak berakhir sia-sia dan kawasan tersebut dapat kembali menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat. (*Hry)






















1 Komentar