Isu Jenderal Polri Diamankan Memanas, Martinus Hukom Sentil Dugaan Makar

Tangkapan layar status WhatsApp mantan Kepala BNN, Martinus Hukom.

JAKARTA, SINURBERITA.COM – Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Martinus Hukom, melontarkan kritik tajam menyusul beredarnya kabar dugaan keterlibatan sejumlah oknum anggota kepolisian dalam isu makar terhadap pemerintah.

Sorotan Martinus muncul di tengah kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri berpangkat inspektur jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua yang ramai diperbincangkan pada Selasa (3/11/2026).

Melalui status WhatsApp, Martinus menyampaikan kritik keras terhadap kemungkinan adanya oknum kepolisian yang terlibat dalam dugaan tindakan makar.

Ia bahkan menyebut, apabila kabar tersebut terbukti benar, peristiwa itu akan menjadi catatan buruk yang belum pernah terjadi dalam sejarah kepolisian dunia.

“Dalam sejarah dunia tidak pernah ada Kepolisian melakukan makar terhadap pemerintah. Tapi kalau desas desus hari ini benar-benar ADANYA, yang katanya ada segelintir oknum kepolisian melakukan makar, maka Anda sebagai mantan pemimpin Polri telah merubah sejarah dunia,” tulis Martinus.

Baca juga: Polri Larang Seluruh Personel Gunakan Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Kantor

Tak berhenti di situ, ia juga melontarkan kritik terhadap seorang mantan pimpinan Polri yang tidak disebutkan identitasnya.

“Dengan demikian semua prestasi anda adalah prestasi nomor satu. Terkorup, terjelek, terusak dan terakhir adalah mencatat untuk pertama kalinya melakukan MAKAR,” lanjutnya.

Meski demikian, pernyataan Martinus tersebut disampaikan dalam konteks menanggapi isu yang berkembang. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kebenaran dugaan makar maupun keterlibatan anggota kepolisian sebagaimana yang disinggung dalam pernyataannya.

Mabes Polri Telusuri Kabar Petinggi Polisi Diamankan

Di tengah berkembangnya isu tersebut, Mabes Polri menyatakan akan mengecek informasi mengenai sejumlah perwira tinggi yang disebut-sebut diamankan terkait pengerahan massa di Yogyakarta.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, pihaknya akan melakukan penelusuran melalui proses evaluasi terhadap pelaksanaan pengamanan dan pelayanan penyampaian pendapat di muka umum.

“Tadi yang disampaikan nanti kami akan cek, karena selalu ada bagian kemudian proses evaluasi,” kata Johnny di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).

Johnny belum memberikan penjelasan secara spesifik mengenai kabar adanya perwira tinggi Polri yang diperiksa maupun diamankan.

Ia menjelaskan, evaluasi merupakan bagian dari prosedur kepolisian setelah melaksanakan tugas pengamanan aksi unjuk rasa.

Baca juga: DJP Hapus Sanksi Kurang Ungkap Harta PPS, Ini Syarat dan Besarannya

Menurutnya, pendekatan Polri dalam menangani demonstrasi kini mengedepankan konsep crowd management, bukan sekadar crowd control.

Polri, kata dia, menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum dan berkewajiban memberikan pengamanan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Namun, tindakan anarkis maupun pelanggaran hukum tetap akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Tentunya berbasis ilmiah artinya ketika proses penegakan hukum, siapapun dia akan kemudian kita minta pertanggungjawaban,” ujarnya.

Ketika kembali ditanya mengenai kabar adanya petinggi Polri yang diperiksa atau ditangkap terkait pengerahan massa di Yogyakarta, Johnny belum memberikan keterangan lebih lanjut.

“Nanti kami cek proses evaluasinya,” katanya.

Kabar Jenderal Bintang Dua Dibawa ke Mako Brimob

Sebelumnya, beredar informasi mengenai sejumlah perwira tinggi Polri berpangkat Irjen yang disebut diamankan oleh personel Brigade Mobil (Brimob) pada Selasa (3/11/2026).

Mereka dikabarkan dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Kabar tersebut juga sempat dikonfirmasi kepada Johnny Eddizon Isir dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada hari yang sama.

Saat itu, Johnny mengaku memahami adanya pembicaraan di kalangan wartawan mengenai informasi tersebut.

“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu),” ujarnya.

Baca juga: Inilah Daftar 25 Komisaris Jenderal Pengganti Kapolri Listyo Sigit

Ia kemudian menyatakan bahwa Polri akan menyampaikan informasi terkait persoalan tersebut pada waktunya.

“Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke, makasih ya,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah wartawan mengaku melihat personel Brimob mendatangi kawasan Mabes Polri pada Senin (2/11/2026) sore hingga malam.

Hingga berita ini ditulis, Mabes Polri belum mengungkap identitas perwira tinggi yang disebut-sebut diamankan maupun memberikan penjelasan resmi mengenai dugaan keterkaitan mereka dengan pengerahan massa di Yogyakarta.

Kebenaran informasi mengenai dugaan penangkapan tersebut masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak kepolisian. (*J2R)

Sumber: Gelora.co

Simak Berita dan Artikel lainnya di Google News dan WA Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar