Jelang ke Papua, Pangdam XIX Cek Kesiapan Tempur Prajurit Yonif Bima Sakti

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo mengecek kesiapan prajurit Yonif 132/BS di Kampar sebelum penugasan Satgas Pamtas RI-PNG 2027.

KAMPAR, SINURBERITA.COM – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo meninjau langsung latihan penyiapan pratugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Kewilayahan Yonif 132/Bima Sakti di Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Kamis (5/11/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kemampuan tempur, serta soliditas satuan sebelum para prajurit diberangkatkan menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) pada 2027.

Dalam kegiatan itu, Pangdam menerima paparan Koordinator Umum Latihan yang juga Kasiops Korem 031/Wira Bima, Kolonel Inf Teguh Dwiraharja, terkait materi dan metode latihan yang telah diberikan kepada seluruh personel.

Materi latihan meliputi drill tempur perorangan dan kelompok, patroli keamanan, patroli penghadangan, patroli penyergapan, hingga latihan penyergapan tersembunyi atau ambush.

Baca juga: Jokowi Pamer Ijazah di Depan Roy Suryo, Bukannya Terkejut Malah Ngakak!

Pangdam menegaskan, kesiapan prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan fisik dan keterampilan tempur. Kesehatan psikologis, penguasaan kemampuan dasar, serta pemahaman terhadap rantai komando juga menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan penugasan.

“Setiap prajurit harus benar-benar menguasai kemampuan dasar, termasuk penggunaan GPS, peta, dan kompas. Kemampuan bertahan hidup atau survival juga harus dipastikan dimiliki setiap personel,” tegasnya.

Selain itu, Pangdam meminta para pelatih dan komandan satuan memastikan setiap prajurit memahami tugas serta tanggung jawabnya. Hal tersebut dinilai penting karena Satgas Yonif 132/BS merupakan gabungan personel dari beberapa Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP).

Kepada seluruh prajurit, Pangdam juga menekankan pentingnya menjaga soliditas, saling menghargai, serta menjunjung tinggi nama baik satuan selama menjalankan tugas.

Baca juga: Dasco Ungkap Pengalihan Isu di Balik Kabar Dirinya Jadi Cawapres

Ia turut mengingatkan agar seluruh perlengkapan inventaris satuan dirawat dan digunakan secara bertanggung jawab.

Menurutnya, penugasan ke wilayah Papua merupakan amanah negara yang harus dilaksanakan dengan penuh kesiapan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Kodam XIX/Tuanku Tambusai memastikan seluruh personel Satgas Yonif 132/BS memiliki kesiapan operasional yang optimal sebelum mengikuti tahapan latihan lanjutan di Pusdikpasus Batujajar.

Dengan persiapan yang matang, para prajurit diharapkan mampu menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG Tahun 2027 secara profesional dan bertanggung jawab. (*J2R/Pendam19)

Simak Berita dan Artikel lainnya di Google News dan WA Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *