Kasum TNI Tinjau 25 Kontainer Bermuatan Rare Earth di Batam

Kasum TNI, Letjen Richard Tampubolon, melakukan pemeriksaan pulahan kontainer yang diduga mengangkut tanah logam mineral mengandung unsur radioaktif.

BATAM, SINURBERITA.COM – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Tampubolon meninjau langsung pemeriksaan kontainer mineral hasil penindakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) di Dermaga Kodaeral IV Batam, Kepulauan Riau, Selasa (26/5/2026).

Peninjauan dilakukan bersama Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dari Kejaksaan Agung RI, Febrie Ardiansyah, serta Pangkoarmada RI, Denih Hendrata.

Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan penyidik TNI AL terkait penindakan kapal pengangkut mineral pada 17 Mei 2026.

Baca juga: Mabes TNI Gelar Sholat Idul Adha 1447 H dan Sembelih 20 Hewan Kurban

Dalam proses pemeriksaan, aparat membuka 15 dari total 25 kontainer untuk mencocokkan isi muatan dengan dokumen ekspor dan pengiriman barang.

Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya alam nasional agar tidak disalahgunakan dan tetap memberikan manfaat bagi negara.

Dalam keterangannya kepada awak media, Richard Tampubolon mengatakan tim dari Jakarta datang untuk memastikan langsung hasil penindakan yang dilakukan jajaran TNI AL dan Kodaeral IV Batam terhadap kapal yang diduga mengangkut tanah logam mineral mengandung unsur radioaktif.

“Ini sesuai dengan tugas pokok Angkatan Laut. Hasil pengecekan ini nantinya akan ditelaah secara hukum dan dilakukan kajian lebih lanjut,” ujarnya.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.812 per Dolar AS, Purbaya Sebut Pelemahan “Nggak Masuk Akal”

Kasum TNI juga menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pemberantasan penyelundupan sumber daya alam melalui jalur laut.

Menurut dia, TNI melalui TNI AL akan terus melakukan langkah tegas terhadap setiap bentuk penyelundupan sumber daya alam yang dilakukan melalui perairan Indonesia.

Ia menambahkan, penanganan kasus tersebut sejalan dengan perhatian Presiden RI terhadap maraknya penyelundupan sumber daya alam strategis, khususnya mineral rare earth.

“Penyelundupan mineral, khususnya rare earth, menjadi salah satu perhatian Presiden Republik Indonesia selain penyelundupan sumber daya alam lainnya,” pungkasnya. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *