Kodam XIX/Tuanku Tambusai Cegah Api Kembali Muncul, Prajurit Sisir Lahan Gambut di Inhil

Prajurit Kodam XIX/Tuanku Tambusai melakukan penyiraman di lahan gambut yang terdampak kebakaran.

TEMBILAHAN, SINURBERITA.COM — Prajurit Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui Kodim 0314/Indragiri Hilir bersama personel Yonif TP 953/Harimau Rawa kembali melakukan pendinginan di lahan gambut yang terdampak kebakaran di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Peltu Jaharzam. Personel menyisir areal yang sebelumnya terbakar sekaligus melakukan penyiraman pada sejumlah bagian lahan yang dinilai masih berpotensi menyimpan panas.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas yang dapat memicu munculnya kembali api.

Kondisi lahan gambut menjadi perhatian khusus dalam proses penanganan kebakaran. Api yang terlihat di permukaan belum tentu sepenuhnya padam karena bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.

Karena itu, personel melakukan pembasahan secara menyeluruh pada bagian lahan yang masih menunjukkan indikasi panas. Proses pendinginan dilakukan secara cermat untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Hingga Jumat, personel masih melakukan pendinginan dan pemantauan secara berkala di lokasi terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi sekaligus mengantisipasi penyebaran api ke areal di sekitarnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran dan status kepemilikan lahan masih dalam penyelidikan Polsek Tembilahan Kota.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui satuan jajarannya menyatakan terus menjaga kesiapsiagaan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Penanganan dilakukan melalui pendinginan, pemantauan, dan upaya pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *