PURWAKARTA, SINURBERITA.COM — Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menegaskan bahwa setiap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Purwakarta harus diawali dengan perencanaan yang matang dan disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
Menurut Om Zein, perencanaan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan proyek infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga tepat fungsi, berkualitas dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Ia meminta seluruh aspek di lokasi pembangunan diperhitungkan sejak tahap perencanaan. Tidak hanya desain dan kebutuhan pekerjaan, kondisi bangunan yang sudah ada (existing), karakter geografis, bentang wilayah hingga kondisi sosial dan budaya masyarakat harus menjadi pertimbangan.
“Kita buat perencanaan agar pelaksanaan proyek infrastruktur dengan benar, sesuai dengan kebutuhan, existing serta bentang geografis, bentang wilayah dan bentang budaya yang ada,” tegas Om Zein.
Ia menilai setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pendekatan pembangunan tidak dapat dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan kondisi lokasi.
Perencanaan yang berbasis kondisi lapangan, kata dia, diperlukan untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang berpotensi muncul saat pekerjaan berlangsung maupun setelah proyek selesai.
“Setiap pembangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.
Om Zein juga menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Menurutnya, pengawasan bukan bertujuan menyudutkan pihak tertentu, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan penggunaan anggaran pemerintah menghasilkan pembangunan yang optimal.
“Tapi maaf ya, bukan bermaksud apa-apa. Ini demi kepentingan kita bersama,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perencana, pengawas hingga pelaksana proyek, menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Om Zein menekankan pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada kualitas, ketepatan fungsi dan keberlanjutan, bukan sekadar mengejar penyelesaian pekerjaan.
Dengan perencanaan yang tepat sejak awal, pemerintah daerah berharap potensi persoalan dalam pelaksanaan proyek maupun kerusakan setelah pembangunan dapat ditekan.
Penegasan tersebut sekaligus menjadi arahan agar pembangunan infrastruktur di Kabupaten Purwakarta benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat serta karakteristik wilayah, sehingga setiap anggaran yang dikucurkan pemerintah memberikan manfaat maksimal bagi publik. (*Dayat)





















