Kualitas Udara Kota Pekanbaru Membaik

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra.

PEKANBARU, SINURBERITA.COM – Kualitas udara di Kota Pekanbaru mulai membaik. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Tenayan Raya, kualitas udara berada dalam kategori sedang, Rabu (2/9/2026).

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra, mengatakan kondisi kualitas udara menunjukkan tren perbaikan setelah sebelumnya sempat berada pada kategori berbahaya.

“Kalau untuk kondisi kualitas udara kita cenderung membaik, berada di kualitas sedang,” kata Ardiansyah.

Ia menjelaskan, kualitas udara di Pekanbaru sempat mencapai kategori berbahaya pada Selasa siang. Namun, kondisi tersebut berangsur membaik pada Selasa sore.

Baca juga: Wako Agung Nugroho Buka PORSENIJAR PGRI Pekanbaru, Diikuti 2.000 Peserta

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada mengingat kualitas udara masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Ardiansyah mengimbau warga untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di luar ruangan. Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar, ia menyarankan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.

“Karena kualitas udara yang terpantau ISPU setiap harinya masih berubah-ubah,” ujarnya.

Menurut Ardiansyah, asap kiriman masih terpantau menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru. Pemerintah juga masih melakukan upaya modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan curah hujan dan memperbaiki kondisi udara.

Di sisi lain, aktivitas belajar mengajar di Kota Pekanbaru telah kembali berlangsung secara normal di sekolah. Para peserta didik kembali mengikuti pembelajaran tatap muka sejak Senin (31/8/2026).

“Para peserta didik juga sudah belajar kembali di sekolah. Kita juga pantau terus kondisi setelah modifikasi cuaca,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti imbauan terkait kesehatan serta keselamatan selama kondisi udara masih berfluktuasi. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *