JAKARTA, SINURBERITA.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melepas tim pemeriksa yang akan melaksanakan pemeriksaan lapangan (fieldwork) atas United Nations Peacekeeping Operations (UNPKO) Tahun 2025/2026 di lima misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pelepasan tim dilakukan Ketua BPK Isma Yatun bersama Wakil Ketua BPK Budi Prijono. Penugasan ini merupakan bagian dari mandat BPK sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) periode 2026–2032.
Dalam arahannya, Isma menegaskan bahwa para pemeriksa membawa nama BPK sekaligus merepresentasikan Indonesia dalam menjalankan mandat pemeriksaan internasional.
“Saudara-saudara adalah representasi BPK dan bangsa Indonesia. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas dan independensi, serta tunjukkan profesionalisme dalam setiap tahapan pemeriksaan,” ujar Isma dalam keterangan resmi BPK, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Baca juga: KPK dan Perhutani Perkuat Budaya Anti Korupsi, Benturan Kepentingan Jadi Sorotan
Ia meminta seluruh anggota tim mengutamakan keamanan dan keselamatan selama bertugas. Kesehatan mental dan fisik juga dinilai penting untuk menunjang pelaksanaan pemeriksaan, mengingat tim akan bekerja di wilayah dengan kondisi dan dinamika yang beragam.
Lima misi PBB yang menjadi lokasi pemeriksaan tersebut yakni United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA) di Bangui, Republik Afrika Tengah; United Nations Support Office in Somalia (UNSOS) di Nairobi, Kenya; United Nations Interim Security Force for Abyei (UNISFA) di Abyei, Sudan; United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF) di Nairobi, Kenya; serta United Nations Mission for the Referendum in Western Sahara (MINURSO) di Laayoune, Western Sahara.
Pemeriksaan meliputi aspek keuangan dan kinerja. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan operasi perdamaian PBB.
Pemeriksaan lapangan berlangsung mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026. Sementara itu, pemeriksaan untuk misi MINUSCA dan UNSOS dijadwalkan berlangsung lebih lama, hingga 19 September 2026.
Keamanan Jadi Perhatian Utama
Wakil Ketua BPK Budi Prijono kembali menekankan pentingnya keselamatan dan keamanan seluruh anggota tim selama berada di wilayah penugasan.
Baca juga: Lender KoinWorks Gugat UU OJK ke MK, Parameter Penilaian OJK Dipertanyakan
Menurut Budi, setiap pemeriksa perlu memahami karakteristik dan kondisi keamanan di wilayah misi, serta mematuhi seluruh protokol yang telah ditetapkan.
Ia juga meminta tim menjaga komunikasi dan koordinasi secara intensif agar setiap perkembangan maupun perubahan situasi di lapangan dapat segera direspons.
“Jaga keselamatan dan keamanan diri serta tim. Bangun komunikasi yang baik, dan jangan ragu menyampaikan setiap perkembangan atau kendala yang dihadapi di lapangan,” kata Budi.
Selain keamanan, Budi mengingatkan tim untuk terus memperkuat pemahaman terhadap perkembangan global dan kondisi masing-masing wilayah misi. Hal tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pemeriksaan.
Penugasan tersebut menjadi bagian dari upaya BPK menjalankan mandat internasional sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam mendorong tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas operasi perdamaian PBB. (*J2R)
Sumber: AntaraNews





















