Kondisi Bayi Dicatut untuk Donasi, Orang Tua Buka Suara

TAPTENG, SINURBERITA.COM — Orang tua bayi berusia enam bulan yang tengah menjalani perawatan di RSUD Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, membantah adanya permintaan donasi yang mengatasnamakan keluarga mereka melalui media sosial Threads.

Jumadi (33) bersama istrinya, Nursetia Panggabean (32), warga Lorong VIII, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta bantuan ataupun donasi kepada masyarakat, baik melalui keluarga, kerabat maupun media sosial.

Keduanya juga menyayangkan kondisi anak mereka, Mutiara, yang sedang menjalani perawatan justru digunakan dalam unggahan permintaan dana yang tidak mereka ketahui.

“Ini tidak benar. Kami tidak pernah meminta bantuan apa pun, terlebih lagi melalui media sosial. Kami juga tidak kenal siapa pemilik akun erin_12ar itu,” tegas Jumadi saat memberikan klarifikasi di RSUD Pandan, Selasa (18/8/2026).

Menurut Jumadi, Mutiara saat ini berusia enam bulan dan sedang menjalani perawatan karena meningitis dan pneumonia. Bayi tersebut telah dirawat di RSUD Pandan sejak 24 Juli 2026.

Jumadi mengaku mengetahui adanya unggahan di akun Threads bernama erin_12ar yang memuat permintaan bantuan dengan narasi mengenai kondisi kesehatan anaknya. Unggahan tersebut juga mencantumkan foto seorang ibu yang menggendong bayi serta QRIS Dana atas nama Mak Mutiara.

Jumadi menegaskan, dirinya maupun istrinya tidak pernah membuat atau meminta pihak lain membuat penggalangan dana tersebut.

“Kami meminta pemilik akun tersebut menghentikan perbuatannya. Jangan ada yang mengirim uang atau bantuan ke rekening maupun QRIS tersebut karena kami tidak pernah meminta,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama Mutiara menjalani perawatan di RSUD Pandan, kebutuhan pasien dan keluarga yang mendampingi mendapat perhatian dari pihak rumah sakit dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Selama anak saya di RSUD Pandan sudah ditangani dengan baik. Segala keperluan dipenuhi. Bahkan makan istri saya sebagai pendamping ditanggung tiga kali sehari. Sampai sekarang kami tidak dibebankan biaya apa pun,” kata Jumadi.

Jumadi menambahkan, pihak keluarga berencana melaporkan akun tersebut kepada aparat penegak hukum. Langkah itu ditempuh agar dugaan penggunaan identitas dan kondisi anaknya untuk meminta uang tidak merugikan masyarakat.

Berdasarkan unggahan yang beredar, akun Threads erin_12ar menyebut adanya seorang bayi yang mengalami meningitis dan pneumonia serta sedang menjalani perawatan di PICU RSUD Pandan.

Dalam kolom tanggapan, terdapat akun lain bernama milzataga yang menanyakan keberadaan keluarga tersebut di Sibolga dan menawarkan bantuan untuk menyampaikan informasi kepada rekan-rekannya.

Akun erin_12ar kemudian menyebut dirinya berada di Sarudik dan mengatakan tidak ada orang di rumah karena dirinya bersama suami berada di rumah sakit.

Namun, Jumadi dan Nursetia menegaskan tidak mengenal pemilik akun tersebut dan tidak pernah memberikan izin untuk melakukan penggalangan dana atas nama keluarga mereka.

Kepala Puskesmas Sarudik, drg. Defri S. Rambe, MKM, mengatakan pihaknya telah mengetahui adanya unggahan permintaan donasi tersebut.

Menurut Defri, pihaknya sempat berpikir positif apabila penggalangan dana itu benar-benar ditujukan untuk membantu keluarga pasien. Namun, setelah mendapat klarifikasi langsung dari keluarga, diketahui bahwa permintaan donasi tersebut bukan berasal dari mereka.

“Tadi kita sudah dengar sendiri dari keluarga bahwa itu tidak benar. Jadi ini perlu menjadi perhatian karena informasi tersebut bukan berasal dari keluarga pasien,” tegas Defri.

Ia mengatakan Mutiara telah menjalani perawatan sekitar satu bulan di RSUD Pandan dan terus mendapat pemantauan dari pemerintah melalui Puskesmas Sarudik dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Kita terus memantau perkembangan pasien dan juga menyuplai kebutuhan susu pasien. Kalau nanti diperlukan rujukan, kita akan fasilitasi,” ujarnya.

Defri memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan pasien memperoleh pelayanan yang diperlukan, termasuk memperhatikan kebutuhan ibu yang mendampingi anak selama menjalani perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, S.Kep., Ns., M.Kes., AKK, turut menyayangkan beredarnya unggahan permintaan donasi yang tidak diketahui keluarga pasien.

Ia menilai kondisi anak yang sedang menjalani perawatan seharusnya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pihak lain.

“Ini sangat kita sayangkan. Jangan penderitaan orang lain dijadikan sebagai mata pencarian,” tegas Lisnawati.

Lisnawati mengatakan, sejak menjalani perawatan di RSUD Pandan, Mutiara terus mendapat perhatian dan pemantauan dari tenaga medis.

“Kita terus mengawasi perkembangannya melalui dokter spesialis dan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien maupun orang tuanya,” katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, lanjut Lisnawati, akan terus memantau kondisi Mutiara dan mengambil langkah sesuai perkembangan medis pasien.

Lurah Sarudik, Rimsan Magdalena Sitompul, juga menyayangkan adanya dugaan penggunaan kondisi pasien untuk penggalangan dana tanpa sepengetahuan keluarga.

Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan kepada pasien serta keluarganya.

“Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Pemerintah Tapanuli Tengah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dan orang tuanya. Kita berharap pihak yang membuat penggalangan dana tersebut menghentikan perbuatannya. Jangan memanfaatkan penderitaan orang lain,” katanya.

Klarifikasi Jumadi dan Nursetia turut didampingi Kepala Puskesmas Sarudik drg. Defri S. Rambe, MKM, Camat Sarudik Deddi Arti Hutauruk, S.Hut., M.M., Lurah Sarudik Rimsan Magdalena Sitompul, serta Alfi Sahrin Tarihoran selaku Kepala Lingkungan VIII Sarudik.

Keluarga kembali menegaskan bahwa setiap permintaan donasi yang mengatasnamakan Jumadi dan Nursetia untuk biaya pengobatan Mutiara bukan berasal dari mereka.

Masyarakat pun diminta berhati-hati dan melakukan verifikasi langsung kepada keluarga sebelum memberikan bantuan kepada pihak yang mengaku melakukan penggalangan dana untuk Mutiara. (*Ast)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *