Lagu “Mas Bahlil Ganteng” Ramai Dipakai Netizen, Pengamat Buka Suara

Lagu MBG "Mas Bahlil Ganteng" viral di media sosial.

JAKARTA, SINURBERITA.COM – Bahlil Lahadalia kembali menjadi sorotan publik setelah lagu berjudul “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng” viral di media sosial. Jingle tersebut ramai digunakan warganet di berbagai platform digital dan memicu beragam respons publik.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai fenomena itu menunjukkan perubahan persepsi publik terhadap Bahlil. Menurutnya, sosok Bahlil yang sebelumnya kerap menjadi sasaran kritik di media sosial kini justru berkembang menjadi fenomena politik digital yang banyak diperbincangkan.

“Netizen yang dulunya memberikan serangan-serangan yang cukup terbuka kepada Bahlil, tapi belakangan Bahlil menjadi salah satu fenomena dengan dibuatkan lagu yang kemudian berkembang cukup luar biasa di media sosial,” ujar Adi melalui kanal YouTube miliknya, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Panglima TNI: Alumni Taruna Nusantara Harus Jadi Generasi Adaptif dan Berintegritas

Adi mengatakan lagu “MBG” merupakan hasil dari berbagai komentar dan narasi yang sebelumnya ramai beredar di media sosial, lalu dikemas menjadi karya musik yang mudah diterima publik.

Menurut dia, tidak banyak tokoh politik yang mampu menjadi perbincangan luas di ruang digital hingga akhirnya berkembang menjadi tren viral.

“Kalau didengarkan lagunya juga bagus, nyaman didengarkan sebagai sebuah lagu,” katanya.

Ia menilai kemunculan lagu tersebut menjadi indikasi hadirnya pola baru dalam komunikasi politik di Indonesia, di mana media sosial berperan besar membentuk citra dan popularitas tokoh politik.

“Ketika begitu banyak narasi yang bermunculan terkait dengan Bahlil, salah satunya lewat lagu ini, itu menunjukkan Bahlil sebagai fenomena baru dalam politik Indonesia,” jelasnya.

Baca juga: Ketua BEM UGM Sebut SPPG “Satuan Penjilat Prabowo-Gibran”

Adi juga menyinggung rekam jejak politik Bahlil yang dinilai telah teruji di berbagai bidang. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat nama Bahlil tetap kuat dalam percakapan publik.

“Banyak yang lupa kalau Bahlil ini teruji dalam berbagai bidang politik,” tambahnya.

Meski lagu tersebut diduga mengandung kritik bernuansa satir, Adi menilai efek yang muncul justru memperluas popularitas Bahlil di media sosial. Lagu-lagu yang menyasar dirinya dinilai semakin banyak dikonsumsi publik.

“Lagu ini mungkin ingin mengkritik Bahlil dengan nada satir. Tapi kalau itu niatnya, itu salah fatal. Karena secara perlahan lagu-lagu yang diproduksi yang menyasar Bahlil ini ternyata dikonsumsi oleh publik,” pungkasnya. (*red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *