PEKANBARU, SINURBERITA.COM — Mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau melaksanakan praktikum mata kuliah Sosiologi Politik di Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Riau, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan guna memperkuat pemahaman mahasiswa tentang demokrasi, partisipasi politik, dan sistem kepemiluan di Indonesia.
Praktikum tersebut didampingi dosen pengampu mata kuliah, Robi Armilus dan Rufaidah Syafawani, serta diikuti sekitar 50 mahasiswa.
Baca juga: KPU Riau Mengajar di UIR, Bahas Pendidikan Politik dan Demokrasi
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Riau, Rusidi Rusdan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kegiatan akademik dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap demokrasi dan proses kepemiluan.
“KPU tidak hanya bertugas menyelenggarakan pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Melalui praktikum ini, kami berharap mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses demokrasi dijalankan dan memahami pentingnya partisipasi politik yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Rusidi.

Sementara itu, Robi Armilus menyampaikan bahwa praktikum lapangan merupakan bagian penting dalam pembelajaran Sosiologi Politik. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi politik sekaligus membangun kesadaran politik mahasiswa.
“Dengan melihat langsung proses kerja lembaga penyelenggara pemilu, mahasiswa dapat memahami dinamika demokrasi secara lebih kritis dan objektif,” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota KPU Riau Divisi Teknis Penyelenggaraan Nahrawi, Anggota KPU Riau Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Nugroho Noto Susanto, serta Kepala Bagian Parmas dan SDM Sudarsono.
Dalam kesempatan itu, Nahrawi memaparkan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 di Provinsi Riau serta tahapan penyelenggaraan pemilu di daerah. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Baca juga: Dishub Pekanbaru Larang Kendaraan Parkir di Depan STC, Ojol Jadi Sorotan
Sementara, Nugroho Noto Susanto menyampaikan materi bertajuk “KPU sebagai Pilar Demokrasi Indonesia: Birokrasi, Tata Kelola, dan Kerangka Hukum Kepemiluan”. Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk kesadaran demokrasi generasi muda.
“Mahasiswa diharapkan mampu menjadi kelompok intelektual yang aktif, objektif, dan kritis dalam memahami isu-isu kepemiluan maupun perkembangan demokrasi di Indonesia,” ungkapnya. (*J2R)




















