Polresta Pekanbaru Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini di SDN 68 Pekanbaru

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta.

PEKANBARU, SINURBERITA.COM — Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Pesan tersebut menjadi bagian utama dalam kegiatan edukasi Green Policing yang digelar Polresta Pekanbaru bersama Polda Riau di SD Negeri 68 Pekanbaru, Jalan Balam, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78. Puluhan siswa dan guru mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Riau KBP Akmadi, S.I.K., jajaran Polda Riau dan Polresta Pekanbaru, Polsek Sukajadi, personel Damkar, serta para guru dan siswa.

Beragam kegiatan disiapkan untuk mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan kepada para siswa. Mulai dari storytelling Green Policing, edukasi menggunakan diorama, pembacaan puisi, pengenalan tugas kepolisian, edukasi pemadaman kebakaran hingga kegiatan mewarnai.

Baca juga: Polantas Karib Sasar Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan

Tak hanya di dalam kelas, siswa juga diajak mengikuti kegiatan di luar ruangan. Rangkaian kegiatan diawali apel dan arahan Kapolresta Pekanbaru, kemudian dilanjutkan seruan bersama, aksi bersih-bersih lingkungan sekolah, penanaman pohon, patroli bersama, simulasi pemadaman api, membaca komik Green Policing hingga pengucapan Janji Cinta Alam.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta menegaskan, Green Policing bukan sekadar kegiatan penanaman pohon, melainkan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan.

“Green Policing ini artinya bukan cuma polisi menanam pohon, tetapi kita peduli terhadap lingkungan,” ujar Muharman di hadapan para siswa.

Ia mengajak anak-anak membangun kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, menyayangi hewan dan tumbuhan, serta menghemat penggunaan air dan energi.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan juga harus dibarengi dengan kepedulian terhadap sesama.

“Kalau sama hewan dan tumbuhan saja sayang, tentu sama teman-temannya harus sayang juga. Jangan berkelahi dan jangan saling mengejek,” pesannya.

Baca juga: KPU Riau dan UNRI Dorong Pendidikan Pemilih Adaptif untuk Generasi Z

Muharman mengatakan edukasi lingkungan sejak dini penting untuk membentuk generasi yang peduli, bertanggung jawab dan memiliki kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta juga bersyukur kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kota Pekanbaru telah jauh berkurang sehingga aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung.

“Alhamdulillah hari ini sudah bisa sekolah lagi,” katanya.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka berinteraksi langsung dengan personel kepolisian dan petugas Damkar. Para siswa juga mendapat kesempatan mengenal kendaraan patroli serta tugas kepolisian dari jarak dekat.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus upaya mempererat hubungan Polri dengan dunia pendidikan. Anak-anak diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Menjelang akhir kegiatan, Kapolresta Pekanbaru berdialog dengan para siswa dan mengikuti tur lingkungan sekolah. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian dari Kepala SD Negeri 68 Pekanbaru.

Melalui program Green Policing, Polresta Pekanbaru berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang diterapkan anak-anak di sekolah, rumah maupun lingkungan masyarakat. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *