PONTIANAK, SINURBERITA.COM – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak menjadikan Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus menumbuhkan semangat membangun daerah.
Ajakan itu disampaikan Edi usai memimpin Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (29/6/2026).
Peringatan yang diperingati setiap 28 Juni tersebut mengenang tragedi kemanusiaan pada masa pendudukan Jepang, termasuk Peristiwa Mandor yang menewaskan ribuan tokoh masyarakat, cendekiawan, pemimpin daerah, dan warga sipil.
Baca juga: Tonggak Baru TNI, 1.737 Perwira Remaja Resmi Dilantik di Magelang
Menurut Edi, pemahaman masyarakat terhadap sejarah Hari Berkabung Daerah masih perlu diperkuat, khususnya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, peringatan tersebut tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara utuh peristiwa tersebut. Yang diketahui hanya pembantaian di Mandor, padahal ribuan orang menjadi korban,” ujarnya.
Edi menjelaskan, pada masa pendudukan Jepang tahun 1941 hingga 1945, banyak tokoh Kalimantan Barat ditangkap dan dibawa ke Mandor sebelum dieksekusi.
“Banyak tokoh Kalbar, cendekiawan, pemimpin daerah ditangkap dan dibawa ke Mandor. Ada yang dipancung, ditembak, intinya dibunuh,” katanya.
Ia mengaku pernah mengunjungi lokasi tragedi Mandor dan melihat langsung sejumlah makam massal yang menjadi bukti sejarah kelam tersebut. Pengalaman itu, kata dia, semakin menguatkan pentingnya menjaga memori kolektif masyarakat terhadap peristiwa bersejarah itu.
Karena itu, Edi mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama para sejarawan dan tokoh masyarakat untuk terus melakukan penelusuran sejarah, pendataan, dokumentasi, serta memperluas literasi publik mengenai Peristiwa Mandor.
“Tentu ini perlu kita lakukan bersama, khususnya para tokoh di Kota Pontianak, karena anak keturunannya masih ada,” ujarnya.
Baca juga: Becak dan Tumpeng Warnai Perayaan HUT Jokowi ke-65 Jokowi di Lampung
Edi juga mengingatkan bahwa perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan melalui peperangan, melainkan dengan mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, ASN memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan hingga masalah sosial lainnya.
“Semangat para pahlawan harus menggugah hati kita untuk berpartisipasi menghadapi berbagai persoalan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, persatuan, dan gotong royong harus terus dihidupkan sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Mari kita rapatkan barisan untuk membangun daerah, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mendukung program pemerintah melalui sinergitas yang kuat,” pungkas Edi.
Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat menjadi momentum untuk mengenang jasa para korban kekejaman penjajahan Jepang sekaligus mengingatkan generasi penerus agar tidak melupakan sejarah dan terus mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan daerah. (*Jaiyadi)





















