PEKANBARU, SINURBERITA.COM — Kepedulian terhadap perjuangan perempuan pengemudi ojek online (ojol) ditunjukkan jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau melalui kegiatan Sarapan Bersama Polantas Karib di Posko Ojol Kamtibmas Presisi Polda Riau, Jalan Ronggo Warsito, Pekanbaru, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026 itu diikuti sekitar 20 pengemudi ojol dari berbagai platform, seperti Gojek, Maxim, ShopeeFood dan Grab.
Selain sarapan bersama, kegiatan diisi edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), serta Green Policing.
Jajaran Ditlantas Polda Riau juga menyerahkan paket sembako, helm berstandar SNI, masker, buku petunjuk lalu lintas dan bibit pohon kepada para pengemudi ojol.
Di antara para penerima bantuan terdapat sejumlah ibu pengemudi ojol yang harus bekerja di jalan raya untuk menopang kebutuhan keluarga.
Salah satunya Ira, ibu pengemudi Gojek yang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak-anak sekaligus membantu biaya pengobatan suaminya yang sedang sakit.
Bagi Ira, setiap order yang diterima bukan sekadar penghasilan, tetapi bagian dari perjuangan memenuhi kebutuhan keluarganya.
Bantuan sembako yang diterimanya dari personel Polwan Ditlantas Polda Riau pun disambut haru dan penuh syukur.
Kisah serupa disampaikan Ramaini, ibu pengemudi Maxim. Ia mengaku tetap menjalani pekerjaannya meski harus menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah.
“Situasi saya secara ekonomi tidak baik-baik saja. Kita tahu ekonomi saat ini sulit. Suka tidak suka, kita harus hadapi demi memenuhi kebutuhan keluarga. Alhamdulillah, rezeki pagi ini mendapatkan paket sembako dari ibu-ibu Polwan. Ini sangat membantu sekali,” ujar Ramaini.
Mewakili para ibu pengemudi ojol yang hadir, Ramaini turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Polwan yang memperingati Hari Jadi ke-78.
“Saya mewakili para ibu ojol mengucapkan selamat Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026. Semoga Polwan semakin dicintai rakyat Indonesia,” katanya.
Polantas Bangun Kedekatan dengan Ojol
Mewakili Polwan Ditlantas Polda Riau, Iptu Riza Elfiara mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan komunitas ojol.
Menurutnya, sekitar 20 pengemudi ojol hadir dan mengikuti edukasi serta diskusi bersama personel Ditlantas Polda Riau.
“Alhamdulillah, pagi ini kita bisa melaksanakan kegiatan edukasi bersama ojol Pekanbaru. Kita bisa berbagi dan berdiskusi bersama. Alhamdulillah sekitar 20-an saudara dan saudari kita hadir dalam kegiatan Sarapan Bersama Polantas Karib Ditlantas Polda Riau,” ujar Riza.
Ia menyebut kehadiran ibu-ibu pengemudi ojol menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
“Dapat kita ketahui bersama, rekan-rekan ojol Pekanbaru yang hadir juga ada kaum ibu. Alhamdulillah kita bisa melaksanakan kegiatan berbagi di hari Jumat yang penuh berkah ini. Kegiatan ini merupakan rangkaian menjelang acara puncak Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026,” katanya.
Dirlantas: Polantas Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan kegiatan Polantas Karib merupakan bentuk kehadiran Polantas di tengah masyarakat.
Menurutnya, tugas Polantas tidak sebatas melakukan penindakan terhadap pelanggaran atau menangani kecelakaan lalu lintas, tetapi juga membangun komunikasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Polantas tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan lalu lintas. Polantas juga harus hadir untuk mendengar, berdiskusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Para pengemudi ojol adalah bagian penting dari masyarakat yang setiap hari beraktivitas di jalan, sehingga keselamatan mereka juga menjadi perhatian kita bersama,” ujar Jeki.
Ia menilai pertemuan dengan ibu-ibu pengemudi ojol memiliki makna tersendiri dalam momentum Hari Jadi Polwan ke-78.
Perempuan, kata dia, memiliki peran penting dalam keluarga sehingga kepedulian terhadap mereka juga menjadi bagian dari pengabdian Polwan kepada masyarakat.
“Momentum Hari Jadi Polwan ke-78 ini menjadi pengingat bahwa pengabdian Polwan harus terus hadir dengan semangat humanis. Dari perempuan untuk perempuan, kita ingin menunjukkan bahwa kepolisian hadir untuk mendengar, peduli dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Jeki menambahkan, edukasi Kamseltibcarlantas diarahkan untuk membangun kesadaran dan budaya keselamatan, bukan semata-mata menyampaikan aturan.
“Kami ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dan terbuka. Edukasi Kamseltibcarlantas bukan hanya tentang aturan, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun budaya keselamatan di jalan. Karena keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ajak Ojol Peduli Lingkungan
Selain keselamatan berlalu lintas, Ditlantas Polda Riau juga mengajak para pengemudi ojol terlibat dalam menjaga lingkungan melalui program Green Policing.
Jeki mengatakan pemberian bibit pohon dalam kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Green Policing merupakan bagian dari kepedulian kita terhadap lingkungan. Pemberian bibit pohon hari ini menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap rekan-rekan ojol juga dapat menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan mengajak masyarakat lainnya untuk melakukan hal yang sama,” jelasnya.
Kegiatan tersebut dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M., dan dihadiri para Kanit, perwira, personel Polwan serta ASN Polri Ditlantas Polda Riau.
Melalui Polantas Karib, Ditlantas Polda Riau mendorong hubungan yang lebih dekat dengan komunitas pengemudi ojol. Mereka tidak hanya diposisikan sebagai pengguna jalan, tetapi juga sebagai mitra dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Momentum Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni. Bagi para ibu pengemudi ojol, pertemuan tersebut menghadirkan ruang untuk berbagi cerita, menerima kepedulian dan memperkuat komunikasi dengan kepolisian.
Di balik aktivitas mereka di jalan raya, terdapat perjuangan untuk keluarga yang terus berlangsung setiap hari.
Melalui pendekatan humanis tersebut, Polantas Karib berupaya hadir bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga mendengar, peduli dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*J2R)





















