PEKANBARU, SINURBERITA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat 42 kasus suspek dengue hingga minggu ke-30 tahun 2026. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan minggu sebelumnya yang tercatat sebanyak 37 kasus.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Edi Satriawan, Senin (10/8/2026).
“Pada minggu ke-30, kasus suspek dengue dilaporkan berjumlah 42 kasus. Meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang berjumlah 37 kasus. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Edi Satriawan.
Menurut Edi, kasus suspek dengue tersebut tersebar di tujuh kecamatan di Kota Pekanbaru, yakni Kecamatan Tuah Madani, Marpoyan Damai, Sukajadi, Sail, Senapelan, Lima Puluh, dan Pekanbaru Kota.
Kasus tersebut dilaporkan melalui 15 Unit Pelapor. Dari laporan itu, muncul alert pada delapan Unit Pelapor yang kemudian dilakukan verifikasi oleh petugas.
“Setelah dilakukan verifikasi, alert tersebut bukan merupakan kejadian luar biasa (KLB),” jelasnya.
Meski belum ditemukan indikasi KLB, Dinkes Pekanbaru meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus demam dengue.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena saat ini memasuki musim hujan yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya nyamuk penular dengue akibat kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.
Dinkes Pekanbaru juga meminta seluruh puskesmas meningkatkan pemantauan terhadap kasus suspek dengue maupun demam dengue. Langkah tersebut penting agar kasus dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin.
“Direkomendasikan kepada seluruh Unit Pelapor untuk meningkatkan surveilans suspek dengue dan demam dengue, melaporkan melalui EBS jika ditemukan kasus demam dengue, serta melakukan tata laksana kasus demam dengue sesuai standar,” kata Edi.
Selain penguatan surveilans dan penanganan medis, Dinkes juga mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah berkembangnya nyamuk penular dengue.
Masyarakat diimbau tidak mengabaikan gejala demam dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada demam dengue.
Dinkes Pekanbaru memastikan pemantauan kasus akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar potensi peningkatan kasus dapat dideteksi dan ditangani sejak dini. (*J2R)





















