PONTIANAK, SINURBERITA.COM – Ketua Umum Persatuan Menembak Indonesia (Ketum Perbakin), Letjen TNI (Purn) Joni Supriyanto optimistis olahraga menembak di Kalimantan Barat akan mengalami lonjakan prestasi setelah bergabungnya Krisantus Kurniawan, Wagub Kalbar, bersama jajaran pengurus baru Perbakin Kalbar.
Menurut Joni, kehadiran lebih dari 100 pengurus baru menjadi energi besar dalam memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi olahraga menembak di Kalbar hingga level nasional maupun internasional.
“Pengurus Perbakin jumlahnya lebih dari 100 orang. Saya pikir ini energi baru bagi Kalimantan Barat. Saya berharap mereka tidak hanya mendukung 10 persen, tetapi 100 persen bekerja bersama memberikan masukan yang konstruktif dan holistik untuk memajukan atlet menembak Kalimantan Barat,” ujar Joni.
Ia menegaskan, Perbakin tidak hanya fokus pada penguatan organisasi, tetapi juga serius membina atlet-atlet muda berbakat dari daerah agar mampu bersaing di level dunia.
Joni mengungkapkan atlet potensial asal Kalimantan Barat nantinya akan dikirim ke markas besar Perbakin di kawasan Senayan untuk menjalani pembinaan intensif.
Baca juga: Puluhan Tahun Andalkan Air Hujan, Kini Warga Keakwa Nikmati Air Bersih
Menurutnya, seluruh fasilitas latihan hingga tempat tinggal telah disiapkan secara gratis bagi atlet yang lolos seleksi pembinaan nasional.
“Anak-anak nanti akan dikirim ke Jakarta di Senayan sebagai markas besar latihan menembak. Di sana makan gratis, menginap gratis, latihan juga gratis. Pemerintah daerah tinggal membantu tiket dan uang saku,” katanya.
Ia menegaskan target pembinaan Perbakin bukan sekadar meraih prestasi di tingkat daerah atau nasional, tetapi melahirkan atlet yang mampu tampil sebagai juara dunia hingga menembus Olimpiade.
“Kalau pengurus cabang olahraga lain mungkin targetnya kejuaraan nasional. Tapi kalau Perbakin, target tertinggi itu juara dunia dan Olimpiade,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Joni menyebut sejumlah atlet asal Kalimantan Barat yang menjalani pembinaan di Jakarta mulai menunjukkan perkembangan dan prestasi membanggakan.
Saat ini terdapat sekitar 40 atlet yang menjalani program latihan sepanjang tahun di berbagai nomor pertandingan, mulai dari air pistol, air rifle, shotgun hingga speed shooting.
“Sudah ada beberapa atlet yang meraih penghargaan di Jakarta. Mereka menjalani program latihan sepanjang tahun untuk dipersiapkan menjadi atlet berprestasi,” ujarnya.
Baca juga: PROJO Riau Gelar Konferda 2026, Budi Arie Tekankan Konsolidasi Kawal Pembangunan Nasional
Joni juga menyoroti tingginya biaya dalam olahraga menembak, terutama untuk pengadaan senjata dan perlengkapan latihan.
Ia menyebut harga satu unit air pistol profesional bisa mencapai sekitar Rp35 juta.
“Air pistol saja harganya sekitar Rp35 juta. Jadi memang olahraga ini membutuhkan pengorbanan besar,” katanya.
Karena itu, ia menilai pengurus cabang olahraga harus memiliki dedikasi tinggi dan rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan materi demi kemajuan atlet.
“Orang yang mau mengurusi olahraga itu harus rela meluangkan waktu, tenaga, pikiran bahkan uangnya sendiri demi pembinaan atlet,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Joni turut mengingatkan pentingnya membangun mental, disiplin dan spiritualitas dalam pembinaan atlet maupun pengurus olahraga.
“Kalau ingin dimudahkan dalam perjuangan, perbanyak salat duha,” pesannya. (*Jaiyadi)




















