Miris! Oknum Pengurus LSM Diduga Perkosa Wanita Pengidap Autisme hingga Hamil 5 Bulan

Foto Ilustrasi.

SEMARANG, SINURBERITA.COM – Seorang perempuan penyandang autisme di Kota Semarang diduga menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pria yang disebut sebagai oknum pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM). Akibat peristiwa tersebut, korban diketahui kini tengah hamil lima bulan.

Kuasa hukum korban, Zainal Abidin Petir, mengungkapkan dugaan tindak pidana itu telah berlangsung sejak tahun 2025. Terduga pelaku berinisial JD (40), yang diketahui merupakan tetangga korban dan tinggal hanya berbeda RT.

“Pelaku ini oknum anggota sebuah LSM. Korban merupakan wanita penyandang autisme, dan mereka bertetangga,” ujar Petir, Kamis (14/5).

Baca juga: Industri Pupuk Nasional Naik Kelas, Indonesia Bidik Pasar Global

Menurutnya, dugaan kekerasan seksual itu mulai terungkap setelah keluarga dan warga sekitar merasa curiga karena pelaku kerap mengajak korban bepergian menggunakan mobil.

“Awalnya tidak ada prasangka apa-apa. Namun karena sering pergi bersama, keluarga dan tetangga mulai curiga. Setelah ditanya, korban akhirnya bercerita bahwa telah terjadi beberapa kali pemerkosaan,” jelasnya.

Petir menambahkan, kondisi korban kini memprihatinkan. Setelah menjalani pemeriksaan medis, korban diketahui telah mengandung selama 20 minggu atau sekitar lima bulan.

“Setelah diperiksa ternyata korban sudah hamil 20 minggu. Kondisinya juga semakin kurus dan sering sakit-sakitan,” ungkapnya.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Satres PPA dan PPO Polrestabes Semarang. Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan hukum terhadap terduga pelaku.

“Kami berharap pelaku segera diamankan agar korban mendapatkan keadilan,” kata Petir.

Baca juga: Selama Tiga Pekan, Polda Riau Amankan 31,8 Kg Sabu dan 2.319 Ekstasi

Sementara itu, Kasat PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Srinitri, membenarkan bahwa laporan tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk korban dan keluarganya.

“Korban, orang tua, dan saksi-saksi terkait sudah dimintai keterangan. Namun pemeriksaan terhadap korban belum sepenuhnya selesai karena mempertimbangkan kondisi korban. Saksi lainnya masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya. (*red)

Sumber: Gelora

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *